hitcounter
Thursday , August 5 2021

Masyarakat Harus Cakap Tentang Jejak Digital

Kini WhatsApp, Google, Zoom, YouTube menjadi ruang kelas anak-anak saat melakukan pembelajaran jarak jauh. Pendampingan sangat dibutuhkan agar media sosial tersebut dapat bertindak sesuai dengan fungsinya.

Maka tugas dari masyarakat secara sadar atau tidak harus memproduksi dan mendistribusikan konten positif. Menurut Citra Rosalyn, Kepala Laboratorium Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar, masyarakat butuh kecakapan dan sadar untuk paham UU ITE dan jejak digital sehingga takut saat akan membuat konten negatif. Masyarakat harus bertanggung jawab dengan postingannya mau menghapus dan meralat. Terakhir masyarakat ingin sinergi untuk berkolaborasi memberi manfaat yang baik.

“Jadi mengenai kelas digital itu bukan tentang media mana yang paling update tapi menyesuaikan dengan kebutuhan dan situasi anak-anak di sekitar. Jika anak-anak hanya belajar di WhatsApp itu tidak masalah kita hanya tinggal mengoptimalkan,” ujarnya saat menjadi pembicara dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (6/7/2021).

Citra mengingatkan juga untuk selalu sesuaikan setelan dengan perangkat dan kebutuhan kegunaan. Melakukan penyesuaian pada setelan sehingga menghindari masalah penggunaan.

“Saya selalu mengatakan cakap paling standar adalah kita memahami the power of garis 3 atau titik 3 yang berada di sebelah kanan atas. Disitulah ada settingan mulai dari pengaturan siapa yang bisa melihat status kita, pengaturan tentang notifikasi, seberapa banyak centang centang yang kita lakukan di garis 3 itu,” jelasnya.

Ketika mengunduh satu aplikasi seberapa sering kita membaca syarat dan ketentuannya. Seberapa paham kita dengan aplikasi yang digunakan itulah kecakapan digital atau digital skill yang harus kita miliki.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKomInfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (6/7/2021) ini juga menghadirkan pembicara lain, Taufik Aulia (Penulis dan Content Creator), Ari Budi Wibowo (Siberkreasi), Fikri Andika (Next Generation Indonesia), dan Bella Winarta Putri sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Paham Batasan di Dunia Tanpa Batas

Setiap orang memiliki kebebasan untuk mengekspresikan dirinya masing-masing, mengutarakan ide-ide dan pendapat secara bebas melalui …

Leave a Reply