hitcounter
Monday , September 20 2021

Masyarakat di Era Transformasi Digital, Perlu Menyadari Konsep Indonesia Sebagai Bangsa Multikultural

Transformasi digital telah memengaruhi berbagai aspek kehidupan, di antaranya cara berkomunikasi, berinteraksi, dan bertransaksi di dalam masyarakat. Konvergensi pun terjadi secara teknologi dan budaya. Masyarakat pun kini tengah bergerak menuju suatu penyatuan budaya digital yang menjadikan populasi dunia berada dalam sebuah desa sejagad.

“Tidak ada lagi sekat-sekat tradisional yang memisahkan masyarakat. Semuanya berinteraksi secara lintas budaya, lintas ruang dan lintas waktu,” Ujar Opik, Ketua Umum PP Forum TBM Founder Komunitas Ngejah, saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat I, pada Selasa (7/9/2021).

Konteks ke-Indonesiaan masyarakat digital, pun harus dipahami bahwa menjadi Indonesia di ruang digital pun setiap individu harus menyadari bagian dirinya sebagai kemajemukan, multikultural, sekaligus masyarakat yang demokratis. Pemahaman ini harus menjadi bekal saat berselancar di dunia digital.

Lebih lanjut Opik mengatakan pemahaman sebagai bangsa yang multikultural dan pluralisme membutuhkan upaya pendidikan sejak dini. Apalagi berhadapan dengan generasi masa kini, yaitu para digital native (warga digital) yang lebih banyak belajar dari media digital.

“Di ruang digital, kecakapan budaya digital terkait nilai persatuan Indonesia dimulai dengan kesadaran dan kebanggan sebagai warga negara yang cinta Tanah Air sehingga menghargai persatuan dan nilai-nilai,” tuturnya.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Klemes Rahardja, Founder The Enterpreneur Society, Ida Farida, Warek III Universitas Galuh, Firzie A. Idris, Assistant Editor Kompas.com.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Beda Generasi, Cara Mendidik Anak di Era Digital

Generasi Z dan Anak-anak yang lahir dan tumbuh di era ketika penggunaan internet dan teknologi …

Leave a Reply