hitcounter
Wednesday , April 17 2024
Masalah keamanan penerbangan Thailand
Kapasitas Bandara Suvarnabhumi telah melebihi batas. Foto: Flickr/David Mckelvey

Masalah Keamanan Penerbangan Thailand Harus Diselesaikan

International Air Transport Association (IATA) telah memaksa pemerintah Thailand untuk mengatasi masalah keamanan penerbangan dan kapasitas bandara. Dalam pernyataan yang dikeluarkan, IATA mengatakan bahwa pemerintah Thailand harus menyelesaikan masalah keamanan penerbangan yang telah ditandai oleh International Civil Aviation Organization (ICAO) dan Federal Aviation Administration (FAA) pada tahun 2015 lalu. Hal tersebut menyebabkan peringkat FAA Thailand menurun.

“Penilaian ini melihat pada apa yang telah dikerjakan oleh pemerintah, bukan oleh maskapainya,” ujar Tony Tyler, Direktur Jenderal dan CEO IATA. “ICAO dan FAA telah menunjuk beberapa permasalahan keamanan dan perbedaan dari standar global di level pemerintahan. Masalah keamanan penerbangan adalah prioritas utama. Pemerintah Thailand harus menyelesaikan masalah keamanan penerbangan ini dalam mendukung sektor penerbangan yang bagus. Sektor penerbangan merupakan tulang punggung industri pariwisata.”

IATA juga meminta agar Pemerintah Thailand memastikan bahwa seluruh maskapai Thailand telah terdaftar dalam IATA Operational Safety Audit (IOSA). “Hal ini tidak akan membebaskan tugas pemerintah dalam menyesuaikan standar global industri penerbangan. Namun, hal itu akan memberikan sinyal kuat bahwa Thailand sangat serius dalam memberikan keamanan tingkat dunia,” ujar Tyler.

Saat ini, hanya Thai Airways, Bangkok Airways, Thai Lion Air, dan Orient Thai Airlines yang terdaftar dalam IOSA.

Selain itu, IATA juga menyatakan ada problem kecil di Bandara Suvarnabhumi Bangkok dalam hal taxiway dan area apron. IATA menyatakan bahwa hal tersebut harus diselesaikan secara permanen.

IATA juga memperingatkan bahwa Bandara Suvarnabhumi menghadapi masalah kapasitas. Saat ini, jumlah penumpang pesawat yang melalui Bandara Suvarnabhumi adalah 52 juta penumpang per tahun, sedangkan kapasitas Bandara Suvarnabhumi adalah 45 juta penumpang. Dengan meningkatnya traffic sebesar 10 persen per tahun, IATA meminta agar ada perluasan Bandara Suvarnabhumi dan pembangunan runway ketiga.

Terakhir, IATA meminta Pemerintah Thailand untuk berhenti meningkatkan pajak dan biaya yang terkait industri penerbangan. “Di masa ketika kompetisi semakin kuat, tingkat persaingan industri penerbangan Thailand semakin tergusur akibat beragam biaya dan pajak yang dikenakan. Ini merupakan perihal jangka panjang yang harus dipikirkan oleh Pemerintah Thailand,” ujar Tyler.

“Industri penerbangan sangat penting bagi kesuksesan ekonomi Thailand. Ini merupakan tulang punggung industri pariwisata dan juga penting dalam menjalin kerja sama internasional. Kami memperkirakan bahwa sektor penerbangan dan aktivitas terkait menciptakan sekitar dua juta lapangan pekerjaan dan menghasilkan US$29 triliun Pendapatan Domestik Bruto. Ada tahun 2035, angka tersebut akan meningkat menjadi 3,8 juta lapangan pekerjaan dan US$53 triliun PDB. Jika terealisasi, pertumbuhan 83 persen itu akan memberikan dampak yang luas dan positif bagi perekonomian Thailand,” tutup Tyler.

Baca: Bandara Internasional Dubai Semakin Besar dan Baik

About admin

Check Also

Kemenparekraf Dukung Penerbangan Perdana IndiGo Airlines Rute Bangalore – Denpasar

Jakarta, Vakansi – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menyambut baik …

Leave a Reply