hitcounter
Tuesday , August 3 2021

Manfaat Dunia Digital Bagi Penjualan Produk dan Produktivitas Diri Selama Pandemi Covid-19

Dunia digital telah membantu banyak ekonomi masyarakat Indonesia. Hal tersebut diakui oleh owner produk lokal Casolans Calming Series – Nita Sellya.

Berbicara dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kabupaten Kaimana, Papua Barat, Senin (5/7/2021), Nita mengaku pasar digital atau e-market telah membantu banyak penjual terutama di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini.

Dikatakan Nita, e-market adalah pasar yang menggunakan perangkat elektronik dan internet dalam proses penjualan dan transaksinya. “Misalnya digunakan di media sosial seperti Instagram, Twitter, dan di e-commerce seperti Tokopedia, Bukalapak dan Lazada,” kata Nita.

Dalam kesempatan tersebut, Nita menjabarkan beberapa alasan mengapa pasar online begitu tumbuh, di masa pandemi Covid-19. “Karena ini sedang pandemi jadi orang malas keluar rumah.”

Selain pandemi, alasan lain belanja di pasar online adalah kita bisa memberi barang yang disukai dari mana saja. Selain itu transaksi juga mudah dilakukan dan relatif aman, serta banyak promosi yang ditawarkan.

“Ada promosi tahun baru, promosi Hari Valentine, bahkan tiap bulan ada promosi angka yang sama seterusnya setiap tahun dari Januari sampai Desember,” tambahnya.

Di sisi lain, ada banyak keuntungan yang bisa didapatkan dari berjualan di pasar digital.

Beberapa keuntungan tersebut kata Nita adalah produk dan jasa bisa dilihat orang di seliruh Indonesia, transaksi mudah dan cepat, dapat mengurangi biaya sewa toko atau kios, hemat waktu, dan bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja selama ada koneksi internet.

Sebagai seorang penjual, Nita mengatakan pasar digital telah membantu banyak penjualan produk yang ia tawarkan.

Misal pada awal penjualan di bulan Februari 2020, ia bisa menjual 40 pcs lewat marketing di media sosial Instagram dan Twitter. Angka penjualan terus tumbuh menjadi 100 pcs pada Juli 2020 dan 500 pcs pada Februari 2021.

“Pada Februari 2021 naik berkali lipat setelah pada Desember, saya buka toko (online) baru di Tokopedia dan Shopee. Total saya punya empat toko (online). E-market membuat produk kita banyak dilihat orang tanpa tebar brosur dan jalan sana ke sini buat promosi, cukup di media sosial,” tambahnya.

Selain Nita Sellya, hadir juga sebagai pembicara webinar literasi digital, seorang anggota mapping center, Prayudhi Ajawaila.

Lelaki yang akrab disapa Yudhi itu memberikan paparan mengenai tips tetap produktif dan kreatif saat pandemi Covid-19.

Dalam paparannya, Yudhi menjelaskan pentingnya memotivasi diri sendiri dengan melawan rasa takut dan ragu.

Selain itu, Yudhi juga menekankan pentingnya berpikir positif selama pandemi Covid-19. “Pikiran negatif akan membuat ragu dan takut karena itu Anda harus berpikir positif.”

Selanjutnya, menyusun rencana dan tahapan untuk mencapai tujuan juga menjadi hal kunci. “Contoh di masa pandemi saya bisa melakukan mapping. Ada target yang ditulis atau ditempel supaya bisa dijalankan,” tambahnya lebih lanjut.

Yudhi juga meminta masyarakat untuk selalu fokus pada proses daripada hasil, serta percaya hari ini lebih baik dari hari kemarin.

“Kita bisa mengembangkan kreativitas dari rumah dengan sarana internet dengan cara menjelajah dan bereksperimen serta berkontribusi. Misalnya mencari cara membuat handsanitizer atau hal-hal lain yang bisa ditemukan di internet, dibuat di rumah lalu dijual,” imbuhnya.

About Pasha

Check Also

Yuk Sebarkan Hal Positif yang Selaras dengan Nilai Pancasila di Ruang Digital

Kegiatan masyarakat sekarang ini mulai beralih menggunakan media digital. Dikarenakan, transformasi digital kini sudah mencapai …

Leave a Reply