hitcounter
Wednesday , October 20 2021

Manfaat Berjualan di Marketplace bagi UMKM

Tingginya transaksi online membuka peluang baru bagi UMKM untuk beralih ke dunia digital dan melakukan penjualan secara online. Data dari Bank Indonesia menyatakan, di tahun 2020 saja terdapat 266,3 triliun rupiah nilai transaksi pada e-commerce.

Ketika UMKM masuk ke dunia online pun tidak membutuhkan modal sebesar mendirikan toko offline. Modalnya sangat minim bahkan gratis dan tanpa modal. Hal ini bisa dilakukan karena pada jualan online terdapat sistem dropshipper.

“Dengan berjualan online kita bisa menjangkau pasar yang lebih luas. Tidak hanya orang sekitar, tetapi seluruh Indonesia. Cuma perlu modal handphone kita bisa berjualan dan menghasilkan uang secara online,” tutur Monica Eveline, Digital Strategist Diana Bakery dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Kamis (7/10/2021).

Lalu mengapa harus mulai dari marketplace? Monica menuturkan, membuka akun marketplace lebih mudah dibandingkan membangun website sendiri. Di marketplace, kita hanya perlu untuk mengunggah produk yang akan dijual dan biayanya pun gratis. Di samping itu, konsumen marketplace itu tinggi hingga mencapai 129,9 juta pengguna di tahun 2020. Customer pun bisa berbelanja kapanpun bahkan selama 24 jam.

Di Indonesia sendiri terdapat berbagai jenis marketplace, seperti Tokopedia, Shopee, Olx, Bukalapak, Blibli, dan lainnya. Masing-masing marketplace pun memiliki target pasarnya masing-masing. Akan tetapi, menurut Monica, kita bisa memulainya di seluruh marketplace secara gratis. Perlahan-lahan kita jadi bisa mengetahui marketplace mana yang penjualannya cocok dengan produk kita.

Banyaknya toko di marketplace nyatanya memperketat persaingan penjualan. Agar produk kita lebih menonjol dibandingkan toko lainnya. Kita bisa melakukan beberapa hal. Pertama, optimasi dasar dengan menyesuaikan antara judul, kategori, deskripsi, dan foto produk. Kedua, rating produk yang tinggi atau besar. Hal ini mempengaruhi kepercayaan dan tingkat penjualan. Ketiga, beriklan di marketplace untuk menarik pembeli dan meningkatkan penjualan.

“Dengan beriklan, toko akan masuk ke dalam halaman pertama pencarian. Jaid bisa lebih cepat dan menghemat waktu untuk toko makin dikenal konsumen,” jelas Monica.

Ia menyampaikan, di tengah meningkatnya pengguna internet hal ini menjadi momen yang tepat untuk para UMKM beralih ke digital. Jangan sampai kita ketinggalan dengan UMKM lain yang telah lebih dulu bergabung di dunia digital.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Kamis (7/10/2021) juga menghadirkan pembicara, Pipit Djatma (Fundraiser Consultant & Psychosocial Activist IBU Foundation), Golda Siregar (Senior Consultant at Power Character), Mardiana R.L (Vice Principal in Kinderhouse Pre-School), dan Louiss Regi Aude (KOL).

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Melihat Peluang Berjualan di Marketplace

Geliat UMKM di Indonesia dengan datangnya pandemi Covid-19 untuk masuk ke marketplace meningkat. Sebanyak 15,3juta …

Leave a Reply