hitcounter
Sunday , September 27 2020

Mandeh, Cita Rasa Asli Padang di Hotel Bintang 5

Indonesia punya banyak masakan dan kuliner khas dari berbagai daerah. Salah satu daerah yang sangat terkenal dengan kulinernya adalah Sumatera Barat yang lebih dikenal dengan masakan Padang.

Masakan Padang atau nasi Padang bukan hanya populer di daerah asalnya tetapi juga populer di hampir seantero nusantara. Buktinya banyak rumah makan atau restoran padang dijumpai. Melihat potensi tersebut, PT Akasa Boga Kreasindo menghadirkan masakan padang dihotel bintang lima JHL Solitare dengan nama Mandeh. Grand Opening diberlangsungkan pada  (15/02/2020) di Ground Floor JHL Solitaire Gading Serpong, tepatnya di depan restoran Le Bleu.

Mandeh, yang berasal dari bahasa Minang yang artinya “ibu”, menjadi pilihan modern yang baru untuk mencicipi makanan khas Minang, Sumatra Barat. Dengan mempertahankan Cita Rasa Padang Asli, Mandeh hadir dengan konsep modern yang menggabungkan makanan lezat, desain interior klasik yang didominasi oleh ornament kayu, suasana yang tenang, dan pelayanan standar restoran bintang 5 yang ramah dan menjamin kebersihan.

“Nama ‘Mandeh’ dipilih sebagai nama restoran karena sosok ibu adalah sosok yang paling dekat dengan keluarga. Lebih dari itu, bagi banyak orang masakan ibu adalah masakan yang paling enak dan dirindukan oleh keluarga. Kami berharap dapat memberikan cita rasa tersebut kepada customer,” kata Firman Marthin Marbun, General Manager PT Akasa Boga Kreasindo, saat ditemui media, beberapa waktu lalu.

Menurut Andri Hirmawan, Executive Chef Mandeh, keunikan Mandeh dibandingkan restoran Padang lainnya terletak pada masakannya, restoran Padang pada umumnya telah memodifikasi rasa dengan lidah masyarakat sekitar. Sedangkan Mandeh mengklaim bahwa restoran ini seakan membawa masakan Padang wilayah Bukittinggi ke hotel.

“Selain itu, kami juga menghadirkan 7 jenis sambal, dimana dua dari tujuh sambal yang kami adalah sambal khas seperti sambal uwo dan tanah. Dua sambal itu bukan sambal yang sehari-hari dibuat. namun sambal yang dibuat saat ada acara keluarga besar dan dibuat langsung oleh nenek,” ungkap Andri.

Lanjut Firman, setiap hidangan khas Minang di Mandeh juga dimasak dari bahan dasar asli lokal, dan dimasak secara tradisional. “Seperti misalnya sambal disini, itu tidak diblender, melainkan diulek. Menurut saya itu ngaruh sekali (kepada rasanya),” ujar Firman.

Mandeh yang berada di Lantai Ground JHL Solitaire Hotel ini, menyajikan 70 varian menu yang ditawarkan kepada para penikmat makanan yang mengejar kualitas dan nilai dalam sebuah hidangan. Varian tersebut terdiri dari makanan pembuka, hidangan utama, dan aneka ragam hidangan penutup yang jarang ditemukan di restoran padang pada umumnya.

“Untuk sajian minumannya sendiri, Mandeh punya sudut mini bar yang di mana punya lebih dari 10 pilihan minuman dengan bahan utamanya dari buah-buahan segar dan dibuat angsung oleh bartender ahli,” tutur Firman.

Dari segi interiornya sendiri, Mandeh mengedepankan interior klasik-modern yang didominasi dengan kayu dan dipadukan dengan murai ibu-ibu mengenakan pakaian asli padang yang sedang memasak masakan Padang. Sehingga pengunjung tidak hanya mendapatkan ambience Padang, juga dapat menikmati masakan lokal dengan elegan.

Bahkan, dengan area restoran yang cukup luas, Mandeh pun tidak hanya sebagai tempat menyantap masakan terlezat di dunia (rendang), tetapi juga dapat digunakan sebagai tempat pertemuan acara formal maupun informal.

“Di sini kita bisa merayakan momen ulang tahun, arisan, meeting, atau kumpul-kumpul keluarga. Jadi bisa merasakan pengalaman baru dalam menikmati masakan padang,” terang Firman.

Sebagai informasi, Mandeh menyediakan layanan dine-in setiap hari mulai pukul 11.00 s.d 20.00 WIB. Tidak lupa pula, untuk kenyamanan dan kesehatan selama pandemi, Mandeh juga akan melakukan penyemprotan desinfektan secara berkala.

About Pasha

Check Also

Nasi Bogana Kuliner Legendaris Cirebon

Selama ini wisatawan yang traveling ke Cirebon, Jawa Barat ketika menikmati kuliner khas pasti sudah …

Leave a Reply