hitcounter
Friday , September 17 2021

Maksimalkan Media Sosial dengan Konten Menarik

Keterampilan digital jadi kunci utama kemajuan Indonesia. Digital skill itu kemampuan secara efektif dan kritis membuat informasi dengan menggunakan berbagai teknologi digital, saat kita memposting foto itu juga merupakan digital skill.

Perubahan tren sering terjadi namun ada dasar-dasar penting untuk jangka panjang, dunia digital itu tumbuhnya sangat pesat. Tahun 2008- 2009 Facebook mulai hadir dan disenangi lalu tahun 2012 kemudian Instagram yang menguasai. Untuk chatting menggunakan BBM (BlackBerry Messenger), lalu di tahun 2014, WhatsApp sudah mulai banyak yang pakai, sehingga orang-orang menggunakan WhatsApp menjadi dasar berkomunikasi sampai hari ini.

Muncul TikTok dan media sosial lain, trennya itu banyak dan cepat juga konsisten. Digital skill memudahkan kita dalam era industri 4.0 dan memampukan kita untuk tetap berjuang.

Media sosial yang paling sering digunakan ialah Instagram, TikTok dan WhatsApp. Instagram dapat digunkaan unuk personal branding atau company profile bahan CV untuk individu.

“Dalam membuat konten berkualitas di media sosial khususnya Instagram dan TikTok menjadi sarana kita untuk segala hal mulai dari berjualan, berpolitik, untuk para seniman dapat menampilkan karya di Instagram,” ujar Kreator Konten Kevin Joshua yang didaulat sebagai Key Opinion Leader pada webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021, wilayah Kabupaten Karawang Jawa Barat, Jumat (20/8/2021).

Dalam memaksimalkan media sosial, diawali dengan menentukan target audiens karena dengan kita tahu target kita siapa, ke mana mengarahkan konten, kita dengan mudah membuat strategi secara efektif dan efisien. Selanjutnya, penting utnuk memiliki referensi, coba liat konten orang seperti apa, memang tidak 100 persen sama tapi hanya mengispirasi.

“Caption di media sosial juga berpengaruh bahasa dan kata-kata yang digunakan harusbaik. Caption itu harus memiliki pesan penting bisa berupa kata penyemangat, pengetahuan maupun opini pribadi,” jelasnya.

Di dalam caption untuk foto atau video di media sosial juga butuh kedekatan, bersifat dua arah sehingga ada balasan dari para pengikut. Biasanya menggunakan kalimat tanya atau bertanya pendapat followers. Tidak mengandung SARA dan harus menghormati pihak lain.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Jumat (20/8/2021) juga menghadirkan pembicara Didno (Ketua Relawan TIK Indramayu), Littani Wattimena (Brand & Communication Strategist), Virginia Aurelia (owner divetolive.id), Yoseph Hendrik (Dosen IT Sekolah Tinggi Tarakanita).

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Bersatu Menjaga Dunia Digital Tetap Aman

Ruang digital sebagai tempat tinggal baru masyarakat zaman sekarang. Dunia yang tanpa batas sekalipun teritori …

Leave a Reply