hitcounter
Thursday , October 21 2021

Literasi Digital Penting untuk hindari Kejahatan Digital

Kejahatan digital menjadi hal yang ditakuti saat masuk dalam ruang digital. Namun mudah saja sebenarnya kejahatan digital dapat dicegah diri kita sendiri.

Seperti yang diungkapkan Fikri Hakim Senior Manager Safety Garuda Indonesia saat menjadi pembicara Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (21/6/2021). Dia mengatakan, digital crime sebenarnya sudah lama ada tahun 1980 dan 1990 jauh sebelum semakim canggihnya teknologi.

Dia mengibaratkan seperti film ‘Catch Me If You Can’ yang diperankan Leonardo Dicaprio. Film tersebut mengenai seorang penipu ulung zaman dulu itu sebelum digital canggih seperti saat ini. Dia dapat memalsukan surat, materai, dia juga bisa jadi pilot, dokter dan apapun. Tapi akhirnya dia tertangkap dan direkrut FBI untuk menjadi kepala digital crime pada waktu itu memang baru muncul kejahatan kartu kredit.

Data direktur tindak pidana cybercrime tahun 2017-2020 meningkat namun pada tahun 2020 ada penurunan. Hal itu karena dari pemerintah yakni Kominfo dan Siberkreasi sakim aktif memberikan edukasi literasi digital kepada masyarakat.

“Literasi digital memang sangat diperlukan oleh masyarakat sehingga semakin menyadari pentingnya data diri hingga lebih hati-hati dalam mempercayai apapun di dunia maya,” ujar Fikri.

Beberapa tindak kejahatan digital ialah phising seperti adanya SMS mendapat hadiah atau pesan kita diterima di sebuah perusahaan namun harus membayar terlebih dahulu. “Saat kita sedang menunggu pengumuman tes pekerjaan, secara kebetulan ada pesan dari perusahaan tersebut padahal itu penipuan. Berarti data kita sudah diberikan kepada oknum. Ini sangat parah banyak yang tertipu karena meyakinkan dari perusahaan yang ditunggu,” tambahnya.

Kejahatan digital lain yakni malware, ini menyerang perangkat lunak yang dibuat dengan tujuan untuk merusak sistem komputer, jaringan, atau server tanpa diketahui pemiliknya sehingga merusak data dari perangkat. Lagi-lagi ini dapat terjadi akibat kurang kehati-hatian seseorang. Tidak bisa asal meng-klik link yang datang pada kita, atau mengunduh aplikasi di luar platform resmi.

Menurut Fikri mudah saja menjaga keamanan digital, jenis data pribadi dapat dipahami sehingga sadar apa yang boleh dan tidak untuk disampaikan secara bebas. Pahami jenis produk jasa layanan yang disediakan pihak yang terlibat perizinan aplikasi beserta relevansinya.

“Simpan data spesifik melakukan pengamanan dengan mengganti password secara berkala, dua langkah otentifikasi dan matikan sinkronisasi dengan akun lainnya. Memang lebih ribet dan lama namun tidak perlu kita menyambungkan satu akun dan lainnya. Jika satu terkena hacking semua juga,” ungkapnya.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital ini diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (21/6/2021) ini juga menghadirkan pembicara Dwi Wahyudi (Relawan TIK Indonesia), Pipit Andriani (Public Speaking Coach), Muhamad Sahid (Relawan Mafindo Makassar), dan Key Opinion Leader Yohana Djong.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 

About Pasha

Check Also

Media Pembelajaran Moodle, Alternatif Pembelajaran Jarak Jauh

Saat pembelajaran jarak jauh dilakukan harus ada inovasi bagaimana cara para pendidik dapat memberikan materi …

Leave a Reply