hitcounter
Saturday , July 20 2024
Social media connection concept with mobile, notebook and server technology illustration.EPS10 vector file organized in layers for easy editing.

Lima Cara Bijak Berinternet

Sebenarnya, banyak cara sederhana untuk para pengguna internet bijak dalam menggunakan media digital. Terdapat lima hal yang termasuk problem sekaligus solusi dalam menggunakan media sosial. Karena bagaimanapun kita memang bisa bereksplorasi dengan kehadiran media sosial.

Tetapi di sisi lain kita berada di tengah lingkungan sosial ada keluarga, teman juga saudara sehingga etika ini menjadi jalan tengah kita bisa tetap berekspresi tanpa mengabaikan lingkungan kita. Intinya, hidup kita seimbang antara dunia nyata dan maya. Seimbang untuk selalu berbuat kebaikan bukan hanya di dunia nyata tapi juga di dunia digital.

Ai Nurhasan, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Provinsi Jawa Barat membagikan lima faktor tersebut. Pertama, gunakan internet atau digital di waktu yang tepat. Sebab, kita berada di lingkungan masyarakat, jangan sampai misalkan berada di meja makan dengan keluarga tapi malah asik sendiri. Kemudian, harusnya belajar atau bekerja Bahakan beribadah malah masih sibuk dengan gawai. Akhirnya, pekerjaan kita terabaikan atau di sekolah tidak dapat maksimal.

Waktu sesungguhnya dapat diatur, semua ada di tangan diri kita sendiri. disiplin waktu ini penting karena kita di dalam kehidupan ini bersinggungan dengan beberapa hal yang harus kita lakukan atau selesaikan. Jangan sampai waktu kita hanya habis di dunia maya, gunakan juga untuk hal-hal yang bermanfaat ketika berada di ruang digital seperti mencari informasi untuk belajar konten.

Kedua, gunakan media sosial di tempat yang tepat. Kita tahu beberapa saat lalu ada kecelakaan yang menimpa artis. Penyebabnya karena supir diketahui lalai bahkan mengakses media sosial dengan membuat status sambal menyetir. Padahal itu sebuah tindakan yang tidak baik karena saat di mobil apalagi yang sedang menyetir tidak diperkenankan untuk menggunakan gawai.

“Saat di rumah pun sudah sebaiknya harus menempatkan area-area ruangan di rumah yang bebas dari gawai seperti ruang keluarga dan juga ruang makan. Sebab itulah saat-saat berkumpul dengan keluarga, gunakan waktu berkualitas untuk saling bertanya kabar atau komunikasi bukan malah sibuk dengan gawai masing-masing,” jelasnya saat mengisi webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Subang, Jawa Barat, Senin (15/11/2021).

Ketiga, kita harus mengakses website yang kredibel karena itu akan jauh dari berita bohong. Mereka akan memberikan informasi yang layak dan dapat dipertanggung jawabkan seperti website pemerintahan, lembaga lain yang bisa dipertanggungjawabkan atau media massa online.

Keempat, konsumsi konten yang memberdayakan jauhi yang menebar negatif. Jangan sampai kita mengakses situs porno, menonton konten kekerasan, membaca postingan yang sarat akan provokasi untuk membenci sebuah kelompok dan ajakan untuk melakukan diskriminasi.

“Jangan sampai kita malah terpengaruh dengan hal-hal negatif tersebut. Apa yang sering kita akses konten-konten tersebut akan terus muncul di dalam beranda kita ataupun iklan yang berkaitan dengan hal yang kita cari itu. Cara kerja dari algoritma media sosial apa yang sering kita buka itulah yang akan sering kita temui juga di hari hari kedepan. jangan sampai kita hanya terus membuka konten konten negatif yang bisa merubah perilaku kita sendiri,” jelasnya.

Terakhir, jangan sampai kita menyebar berita palsu atau hoaks. Dimulai dari kita harus pintar dalam memverifikasi informasi yang datang. Kita harus cek sumber berita, lalu kebenaran isi, kebenaran foto sehingga kita dapat memastikan informasi yang kita dapat itu benar atau tidak.

Jangan pernah membagikan terlebih dahulu sebelum kita melakukan hal-hal tersebut. Sebab, bisa jadi yang kita bagikan itu merupakan berita palsu yang dapat menimbulkan kerugian dalam masyarakat digital. Jangan sampai masuk ke dalam orang-orang yang ingin merusak kestabilan kondisi uang digital menjadi tidak nyaman untuk ditempati.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Subang, Jawa Barat, Senin (15/11/2021) juga menghadirkan pembicara, Eko Prasetyo (Praktisi IT), Aidil Wicaksono (Managing Director Kainzen Room), Riesye Silvana (Kepala Seksi Pelayanan cabang Dinas Pendidikan wilayah IV Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat), dan Ida Rhynjsburger sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Asia Tenggara Tunjukkan Kesadaran Keamanan Email Lebih Tinggi Dibanding Kawasan Berkembang Lainnya

Jakarta, Vakansi – Zoho, sebuah perusahaan teknologi global, menginformasikan bahwa wilayah Asia Tenggara memiliki skor …

Leave a Reply