hitcounter
Monday , January 20 2020
Home / Berita Wisata / Lihaga, Destinasi Baru yang Eksotis di Selawesi Utara

Lihaga, Destinasi Baru yang Eksotis di Selawesi Utara

Mungkin selama ini orang berwisata bahari ke Sulawesi Utara langsung yang teringat Bunaken dan Lembeh. Namun ada satu destinasi baru yang menarik dan indah adalah Pulau Lihaga. Pulau seluas enam hektare ini dikelilingi dengan garis pantai yang eksotis, dengan pasir putih yang berpadu bersama perairan hijau turquoise.

Menurut Theo Poling, Operational Manager Lihaga Beach Club, selain indahnya panorama yang disajikan, Pulau Lihaga juga akan dikembangkan dengan membangun sebuah beach club untuk menarik lebih banyak wisatawan yang berkunjung ke sana.

“Yang punya konsep beach club itu di sini aja. Konsepnya itu mau terbuka untuk umum. Kalau kayak resor kan lebih private sedikit. Kalau di sini mau dibikin beach club,” ujar Operational Manager Lihaga Beach Club, Theo Poling, saat ditemui beberapa waktu lalu.

Lanjut Theo, wisatawan nantinya bisa melakukan banyak aktivitas dan menikmati seluruh fasilitas yang ada. “Jadi orang datang, hangout, nongkrong-nongkrong, santai, minum apa segala macam,” imbuhnya.

Theo menjelaskan, beach club ini juga ditujukan agar para wisatawan, khusunya milenial semakin tertarik untuk berkunjung. “Tapi kami punya konsep yang lebih modern, lebih ke milenial, sehingga maunya menggunakan kontainer. Mau bangun kolam renang, beach clubnya, restorannya dan dive centernya,” tutur Theo.

Ia mengungkapkan, pembangunan Lihaga Beach Club nantinya diharapkan akan meningkatkan daya saing pariwisata dibandingkan dengan tempat lain. “Sudah dikonsep dan ini lagi mau dirancang untuk dibangun, karena salah satu kesulitan untuk membangun di pulau adalah transportasinya. Saya kira tahun depan sudah realisasinya,” lanjutnya.

Pulau Lihaga kini bisa dibilang sebagai salah satu pulau paling komplit di Sulawesi Utara. Selain pasir pantainya, di bagian tengahnya juga terdapat karang-karang eksotis dan hutan yang  masih dipertahankan. Pulau ini juga menjadi habitat beberapa satwa.

“Satwa yang paling banyak adalah burung, salah satunya burung gagak. Bahkan, ada juga burung gosong hingga maleo hitam,” ungkap Theo.

 

About Pasha

Check Also

Festival Iraw Tengkayu 2019, Momentum Memajukan Pariwisata Tarakan

Pelaksanaan Festival Iraw Tengkayu ke-10 di Pantai Amal, Tarakan, Kalimantan Utara, dinilai sebagai momentum terbaik …

Leave a Reply