hitcounter
Friday , September 17 2021

Lebih Bertanggung Jawab Menggunakan Media Sosial, Sadari Keberadaan Orang Lain di Internet

Interaksi sosial telah berpindah dari pertemuan tatap muka menjadi virtual di ruang digital lewat media sosial. Meski tak bertemu langsung, tata krama maupun sopan santun dalam berinteraksi dengan orang lain tetap harus dijaga. Sebab di ruang digital kita harus ingat bahwa sedang berinteraksi dengan manusia yang memiliki rasa dan karsa.

“Etiquette atau kependekan dari network etiquette diperlukan setiap pengguna internet saat berinteraksi di ruang digital,” kata Vivi Andriyani, Marcomm & Promotion Specialist saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada jumat (11/9/2021)

Lebih jauh dia pun mengajak masyarakat digital untuk mengingat keberadaan orang lain, sebab meskipun tidak bertemu langsung saat ada di ruang digital setiap orang di dalamnya tetap berhadapan dengan manusia yanv memiliki perasaan, bukannya robot atau mesin. Begitu pun saat mengunggah sesuatu, setiap orang perlu berhati-hati dengan informasi yang sifatnya pribadi. Misalnya berupa informasi yang sensitif mengandung SARA sebaiknya tidak diunggah di media sosial.

Seperti halnya kehidupan sosial di dunia nyata, norma dan etika yang sama juga berlaku saat seseorang ada di dunia digital.  Sebab interaksi di internet tidak jauh berbeda sebenarnya. Hal ini termasuk dalam penggunaan bahasa yang sopan. Untuk menghindari penipuan dan tindak kejahatan, setiap individu juga perlu berhati-hati dengan akun yang tidak dikenal. Karena di internet seseorang bisa menjadi siapa saja, anonimitas merupakan hal yang harus diwaspadai di ruang digital.

Terkait dengan hoaks atau penyebaran berita palsu serta ujaran kebencian yang telah diatur di Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) diharapkan pengguna juga membiasakan diri agar tidak menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya. Agar lebih yakin, sebaiknya cek dan ricek kembali informasi apapun yang beredar di internet.

“Biasakan hanya berbagi informasi yang penting dan bermanfaat saja. Ketahui kebiasaan orang-orang produktif. Biasanya mereka mempunyai prioritas, tahu kapan waktunya istirahat, fokus kepada kebahagiaan, dan memiliki tidur yang berkualitas,” kata Vivi lagi.

Webinar Literasi Digital Kabupaten Bogor, Jawa Barat, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Di webinar kali ini, hadir pula nara sumber seperti Maria Natasya, seorang Graphic Designer, Loka Hendra, Head of Food & Beverage Cinepolis Indonesia, dan Ana Agustin, Managing Partner di Indonesia Global Firm.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Bersatu Menjaga Dunia Digital Tetap Aman

Ruang digital sebagai tempat tinggal baru masyarakat zaman sekarang. Dunia yang tanpa batas sekalipun teritori …

Leave a Reply