hitcounter
Monday , April 15 2024
promosi kuliner khas indonesia

Kuliner Khas Indonesia Dipromosikan di Perth

Setelah Melbourne dan Sydney, kota ketiga yang menjadi sasaran promosi Wonderful Indonesia di Australia adalah Perth, Ibu Kota Negara Bagian Australia Barat. Di Perth, Kementerian Pariwisata lebih mempromosikan kuliner khas Indonesia. Dalam acara Promosi Kuliner Wonderful Indonesia yang berlangsung pada 29-30 Mei 2016 di Frasser Function Hall, Kings Park, Perth, Kementerian Pariwisata Indonesia menyajikan kelezatan beragam kuliner khas Indonesia.

“Di gedung yang berkapasitas hingga 300 orang ini kami persembahkan kuliner khas Indonesia yang berasal dari 10 destinasi unggulan di Tanah Air,” kata I Gde Pitana, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Mancanegara Kementerian Pariwisata RI.

Pitana mengatakan, apa yang dilakukan Kementerian Pariwisata merupakan salah satu usaha untuk menjaga kecintaan dan kerinduan Australia terhadap Indonesia. ”Mereka punya kebiasaan makan bersama keluarga dan kerabatnya di luar rumah. Nah, dengan mencintai kuliner kita, mereka akan terus lebih sering ke Indonesia,” kata Pitana.

Pitana menambahkan, Australia sangat seksi bagi Indonesia karena negara yang menjadikan Bali sebagai the second home itu sangat dekat dengan budaya Indonesia. Selain itu, Indonesia merupakan negara yang paling mudah dituju karena dapat dikunjungi dengan biaya tidak mahal, dan mereka mendapatkan destinasi wisata yang indah.

“Kami juga mengombinasikan pertunjukan seni dan kebudayaan, yakni Tari Kecak dan musik gamelan, dengan makanan khas pada acara ini,” kata Pitana.

Kuliner khas Indonesia yang ditampilkan pada acara tersebut di antaranya adalah Gado-gado, Ayam Kemangi, Zerapah Sampi, Soto Lamongan, Ikan Lado Ijo, Kare Ayam, Acar, Sambal Ulek, Telur Asin, Teri Goreng, Sop Kambing, Gedang Mekuah, Ikan Lado Ijo, Iga Bakar, Empal Balado, Tumis Buncis, Kari Ayam, dan tumis buncis.

Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI, menjelaskan, salah satu kebijakan deregulasi yang sedang dia promosikan di Australia adalah bebas visa kunjungan (BVK). Tujuannya jelas, yakni untuk mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara dari Australia. “Australia harusnya efektif karena tidak kehilangan banyak waktu untuk mengurus visa untuk terbang ke Bali,” kata Arief.

Kementerian Pariwisata menargetkan kunjungan wisatawan dari Australia naik 20 persen dari 1 juta wisman menjadi 1,2 juta wisman. Penambahan 200.000 wisman tersebut setara dengan total kunjungan semua turis asing dari Jerman, Prancis, atau Belanda. Australia juga memberikan sinyal positif bakal memberikan kebijakan serupa, yakni bebas visa bagi warga Indonesia yang berkunjung ke negara itu. Australia menjadi salah satu daftar negara yang tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 21/2016 yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2016 lalu.

30 Kuliner Indonesia Dipromosikan di Culinary Fair Tokyo 2016

About admin

Check Also

Kampanye ‘Dari Aice Indonesia Untuk yang Terkasih’ Bagikan Jutaan Es Krim ke 5.000 Masjid di Seluruh Indonesia

Jakarta, Vakansi – Produsen es krim terpopuler, Aice Group turut meriahkan Bulan Ramadan 1445H dengan …

Leave a Reply