hitcounter
Wednesday , May 18 2022

Kualitas Karakter dan Kompetensi Anak dalam Pendidikan di Era Digital Meningkat

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi dalam era revolusi digital industri 4.0 menuju 5.0 membawa perubahan pada masyarakat termasuk dalam budaya dan pendidikan. Fenomena abad kreatif yang menempatkan informasi, pengetahuan, kreativitas, inovasi, dan jejaring sebagai sumber daya strategis bagi individu, masyarakat, koorporasi, dan negara pun semakin tampak.

Sophie Beatrix seorang Psikolog Praktisi mengatakan kini ada perkembangan jenis pekerjaan, kompetensi baru, peningkatan daya saing SDM, generasi milenial dan generasi Z mengalami mengalami digitalisasi dalam sistem pembelajaran yang semua itu menjadi tantangan pendidikan di masa depan.

“Perkembangan ke arah digitalisasi ini membuat semua orang harus memiliki keterampilan abad 21,” katanya saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I, pada Kamis (21/10/2021).

Keterampilan yang mesti dimiliki generasi di masa mendatang antara lain, dalam hal memecahkan masalah, memiliki kreativitas, berpikir analitis, berkolaborasi, berkomunikasi, dan memiliki etika serta akuntabilitas. Keterampilan abad 21 yang dibutuhkan generasi mendatang juga berupa kualitas karakter bagaimana anak-anak generasi sekarang harus bisa beradaptasi pada lingkungan yang dinamis. Serta memiliki literasi digital dasar dan kompetensi untuk memecahkan masalah kompleks dengan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi dan kolaborasi.

Karena itu tantangan para pendidik di era dihital masa kini adalah untuk bisa mempersiapkan generasi sekarang dengan kompetensi dan keterampilan abad 21 tersebut. Caranya adalah dengan menyelaraskan kecanggihan teknologi dengan nilai-nilai budi pekerti. Termasuk memperkuat karakter budaya bangsa dengan menguatkan nilai-nilai kebangsaan, sert meningkatkan kesadaran mental bagi para individu dalam menggunakan kecakapan digital berdasarkan nilai-nilai Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Klemes Rahardja, Founder The Enterpreneur Society, Goretti Meiliani, Project & Planning Section Head Binus Group, Rino, dari Kaprodi Teknik Informatika Universitas Buddhi Dharma, dan Louiss Regi, seorang Content Creator.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Pembayaran contactless raih momentum di Indonesia

Visa, pemimpin dunia dalam pembayaran digital, hari ini mengungkapkan pembayaran contactless semakin populer di Indonesia, …

Leave a Reply