hitcounter
Friday , December 9 2022

Kreator perempuan Asia unjuk Kemampuan Efek Visual (VFX) mereka dalam ajang Women Creators Programme 2022 Epic Games Edisi ke-2

Jakarta, Vakansi —  Unreal Engine dari Epic Games mengumumkan berakhirnya edisi kedua The Women Creators Programme pada 11 Agustus 2022. Inisiatif yang merupakan hasil kerjasama dengan Open Air Films, ASIFA India dan Perforce Software ini, memberi pelatihan mendalam secara virtual dan berbayar, serta program pendampingan kepada para produser perempuan dari India dan Asia Tenggara.

Program tersebut, yang merupakan pertama Epic di Asia Tenggara, bertujuan untuk membekali para animator real-time generasi berikutnya, dengan fokus khusus untuk menginspirasi dan memberdayakan para kreator perempuan di India dan Asia Tenggara. Lebih dari 178 pelamar di wilayah Asia Tenggara dan India, 21 perempuan terpilih untuk mendapatkan pendampingan dari lulusan beasiswa Unreal. Tiga dari perempuan itu adalah Produser Indonesia Ellen Xie, Digital Creative Director Singapura, Jessica Tan, serta Visual Effects Artist Zubaida Nila, yang mewakili Malaysia.

Para finalis menjalani pendampingan langsung dan workshop virtual, sehingga mengakhiri fase pertama program ini dengan demo dan evaluasi pra-visualisasi. Mereka kemudian memasuki fase kedua—di mana mereka mempelajari teknik VFX terbaru dalam pengembangan dunia real-time, pencahayaan, sequencing, dan produksi virtual dengan menggunakan mesin virtual berbasis cloud. Setelah pelatihan dan penilaian terakhir, para kreator diberikan kesempatan untuk menampilkan film pendek mereka dan berbagi lebih banyak mengenai perjalanan dan inspirasi mereka selama acara tersebut.

Ellen Xie yang berpengalaman lebih dari 20 tahun di industri kreatif, mengaku sangat antusias dengan ide memanfaatkan fitur dan inovasi Unreal Engine untuk membuat konten berkualitas tinggi dalam pekerjaannya. Hal ini mendorongnya untuk ikut dalam Women Creators Programme, yang di sana dia dapat bereksperimen dengan teknologi real-time serta memberinya lebih banyak fleksibilitas dalam proses bercerita. Terinspirasi oleh hewan peliharaannya, Ellen memulai debut film pendeknya ‘A Little Hug’ di Women Creators Program, yang menggambarkan hubungan seorang anak laki-laki dan anabulnya.

“Menjadi bagian dari Women Creators Program benar-benar menginspirasi. Saya bersyukur mendapat kesempatan untuk medapatkan pendampingan dan pelatihan dari para Evangelist di Unreal dan para pendamping perempuan lain,” ujar Ellen.

“Program ini adalah inkubator hebat untuk memahami cara kerja dan fitur Unreal Engine terbaru, terutama dengan UE5, di mana fleksibilitas untuk proses penceritaan sangat mengagumkan. Saya percaya Unreal dapat membawa proyek masa depan saya ke tingkatan kualitas yang baru.”

“Women Creators Programme 2022 dibangun berdasarkan kesuksesan edisi pertama, dengan perluasan program ke Asia Tenggara untuk pertama kalinya tahun ini,” kata Shruti Verma, Business Lead – India dan Asia Tenggara, Epic Games.

“Target kami lebih dari sekadar membina beberapa profesional perempuan top di ruang VFX, namun juga membangun dasar untuk ekosistem kreator, storyteller, produser dan profesional animasi perempuan. Kami harap para finalis mendapat pendampingan dan pelatihan dengan baik untuk mewujudkan ide-ide mereka dengan Unreal Engine,” papar Shruti.

About Pasha

Check Also

Infrastructure Connect 2022 Hadirkan Konferensi Pentingnya K3 dan Kompetensi Pekerja di Sektor Industri Infrastruktur

Jakarta, Vakansi – Konstruksi dan infrastruktur adalah industri dengan tingkat risiko yang tinggi, terutama bagi …

Leave a Reply