hitcounter
Sunday , November 28 2021

Kolaborasi Jadi Digital Skills Wajib Abad 21

Masyarakat digital telah memasuki era kolaborasi. Kolaborasi terjadi saat individu satu dengan lainnya mengikat diri untuk bekerja sama dan mencapai suatu kesepakatan bersama. Kolaborasi membutuhkan dukungan atau support system, kerja sama tim, komunikasi, kepercayaan, motivasi, inspirasi dalam menuju kesuksesan.

Aditya Nova Putra Ketua Jurusan Hotel dan Pariwisata IULI mengungkapkan, kolaborasi dapat menyelesaikan masalah dengan cepat. Dengan kolaborasi seseorang dapat lebih mengenal diri sendiri dan mengidentifikasi kelemanan serta kelebihan sehingga akan saling belajar.

“Banyak sekali hal-hal yang dapat dilakukan melalui kolaborasi. Input tersebut berupa sumber daya, brainstorming karena mencari suatu penyelesaian masalah secara bersama-sama,” ujarnya saat webinar Literasi Digital wilayah Kota Tasikmalaya, Jawa Barat I, pada Kamis (4/11/2021).

Dengan kolaborasi akan muncul juga pengetahuan baru yang belum pernah dipelajari dan mendapat pengalaman. Hasil dari kolaborasi akan memberikan solusi yang efektif dan membuat kerja jadi efisien, meningkatkan produktivitas, mendapatkan multiperspektif, dan kontribusi untuk berkarya.

Nah, dengan adanya transformasi digital banyak sekali yang mendapatkan akses ke sumber daya yang bisa bermanfaat untuk pihak lainnya. Ekosistem digital Indonesia terbilang positif, kini telah ada 202,6 juta pengguna internet dengan 170 juta yang aktif di media sosial. Rata-rata durasi waktu yang dihabiskan untuk internet adalah 8 jam per hari dan sebanyak 3 jam lebih untuk mengakses media sosial.

Mengetahui fakta tersebut tentu akan membuka mata generasi saat ini untuk bisa mengontrol penggunaan internet di sekitarnya dengan melihat peluang yang ada bukan hanya untuk konsumtif saja. Misalnya dengan munculnya berbagai jenis pekerjaan baru di abad 21 yang sangat berintegrasi dengan digitalisasi. Karena itu setiap orang perlu menginvestasikan waktunya di media sosial dan media digital dengan membangun personal branding. Misalnya dengan ikut e-learning untuk meningkatkan kapasitas ilmu, membawa diri di circle komunitas yang positif, dan membiasakan diri memiliki etika baik di ruang digital maupun di lingkungan nyata.

Webinar Literasi Digital di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hadir pula nara sumber seperti In Nurul Hidayat, Kepala KUA Singaparna, Fiona Damanik, Konseer dari Universitas Multimedia Nusantara, Nandya Satyaguna, seorang Medical Doctor, dan Riri Damayanti, seorang Content Creator.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Merawat Kebudayaan Negeri Sendiri di Tengah Serangan Globalisasi

Pertemuan ragam budaya lain di ruang digital terjadi karena jejaring internet. Aktivitas online semakin tinggi …

Leave a Reply