hitcounter
Monday , September 20 2021

Kiat Menjadi Jurnalis Warga yang Cerdas

Jurnalisme warga atau dikenal Citizen Jurnalism merupakan bentuk kegiatan jurnalisme yang saat ini tengah berkembanh pesat, di mana warga bisa mengambil inisiatif untuk melaporkan sebuah berita atau mengungkapkan pandangan tentang kejadian di dalam komunitas mereka.

“Faktanya saat ini platform media untuk para jurnalis warga pun berkembang pesat seiring dengan perkembangan media sosial,” kata

Deasy Juliani, News Reporter dan Dosen Praktisi saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat I, pada Jum’at (10/9/2021).

Meluasnya sarana jurnalis warga dalam berpartisipasi dan mendistribusikan informasi serta berita ini menjadikan pergerakan berita karya jurnalis warga kadang lebih cepat daripada mainstream media-media arus utama pada umumnya. Masalahnya, bagaimana jika informasi dan berita karya jurnalis warga ini tidak terjaga kualitas dan kebenarannya?

Deasy mengatakan jurnalis warga yang bijak haruslah mampu mengakses berbagai informasi dari berbagai sumber dalam waktu yang relatif cepat. Perlu adanya seleksi isu dan paham sumber berita dengan beberapa langkah seperti cek kebaruan berita, jangan fokus pada penyebarannya. Kemudian harus paham isi berita, tidak sekadar membaca judulnya saja. Harus tahu isi yang menjabarkan kelengkapan informasinya.

Selain itu jangan mengakses satu platform berita saja, sebab sebuah informasi yang akurat biasanya tidak hanya dimuat dalam satu platform saja. Kemudian berita harus mudah dimengerti dan sumbernya dapat dipercaya yakni isinya ringkas dan jelas. Paling penting dari semua itu adalah selalu memverifikasi setiap informasi yang didapat.

Webinar Literasi Digital di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hadir pula nara sumber seperti Badrudin, Dosen UIN Bandung, Dadan Nugraha, Dosen Universitas Indonesia, dan Heri Djuhaeri, Pengajar Homeschooling Taman Sekar Bandung.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Beda Generasi, Cara Mendidik Anak di Era Digital

Generasi Z dan Anak-anak yang lahir dan tumbuh di era ketika penggunaan internet dan teknologi …

Leave a Reply