hitcounter
Monday , September 20 2021

Kiat Menciptakan Budaya Digital yang Baik Bagi Anak di Era Internet

Pandemi Covid-19 membuat kehidupan dan interaksi sosial masyarakat semakin terikat dengan dunia digital. Pandemi juga membuat interaksi anak-anak hari ini beralih ke digital atau sosial media platform. Orangtua pun harus paham bahwa hari ini sudah terjadi perubahan kultur dalam perannya berkomunikasi, bertindak, bersosialisasi, serta memberikan edukasi terhadap anak.

“Komunikasi kunci investasi orangtua terhadap anak, di mana orangtua membangun culture yang positif untuk anak. Jadikan anak sebagai teman, sahabat bahkan partner dalam segala hal sehingga terjadi komunikasi dua arah untuk menciptakan budaya nyaman dan percaya terhadap anak,” kata Dino Hamid, Founder Famgofest & Latomochi saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I, pada Senin (6/9/2021).

Akan tetapi pola budaya dan komunikasi yang diajarkan orangtua kepada anak harus disesuaikan dengan perkembangan zamannya. Kemudian di zaman yang sudah serba teknologi dan memanfaatkan internet ini orangtua juga harus menjadi role model bagi anak-anaknya, misalnya budaya dalam menggunakan gawai ke anak adalah meminjamkan bukan memberikan.

Salah satunya dengan menciptakan budaya screen time, yakni membatasi penggunaan gawai pada anak sehingga anak hanya boleh mengakses perangkat digital sesuai usianya saja. Usia 0 hingga 2 tahun sama sekali tidak boleh mengakses gawai, usia 2 hingga 3 tahun hanya 30 menis dalam sehari. Adapun usia 3 hingga 5 tahun hanya 1 jam saja per hari dan di atas usia 5 tahun maksimal 2 jam penggunaan per hari, itu pun harus dijeda tidak sekaligus dalam satu waktu.

Orangtua juga perlu membagasi aktivitas anak di internet dengan berbagai aplikasi parent lock dan pengaturan tertentu agar bisa menjaga anak-anak dari pengaruh buruk internet. Selain itu orangtua pun perlu menciptakan quality time dengan anak yaitu menyediakan waktu tanpa gawai di dalam keluarga, misalnya di akhir pekan.

Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Pada webinar hadir pula nara sumber lainnya seperti Caesarius Febrianto, Feature Manager OCBC NISP, Cyntia Jasmine, Founder GIFU, dan Benny Daniawan, Dosen Sistem Informatika Universitas Buddhi Dharma.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Beda Generasi, Cara Mendidik Anak di Era Digital

Generasi Z dan Anak-anak yang lahir dan tumbuh di era ketika penggunaan internet dan teknologi …

Leave a Reply