hitcounter
Monday , September 20 2021
Kreativitas Anak Harus Dibangun dan Dikembangkan Sejak Dini

Kiat Membuat Konten Kreatif untuk Anak, Salah Satunya Buat Identitas

Pandemi membuat masyarakat harus beradaptasi dengan cara baru memanfaatkan teknologi dan internet. Orangtua pun harus memahami perubahan kultur dalam perannya berkomunikasi, bertindak, bersosialisasi, serta memberikan edukasi terhadap anak.

Bahkan Orangtua juga bisa mengarahkan anak untuk menjadi kreatif dengan membuat konten. Ya! Bukan hanya orang dewasa, di era serba internet bahkan anak juga bisa menjadi content creator, tentunya dengan bimbingan orangtua. Dino Hamid, Founder Famgofest & Latomochi saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat I, pada Kamis (9/9/2021) pun memberikan tips proses membuat konten kreatif untuk anak.

Pertama, buatlah konten berdasarkan interest atau hobi anak. Hal ini dimaksudkan agar memudahkan dalam proses membuat konten serta kelanjutan idenya. Misalnya memasak, main game, foto, dan masih banyak lagi.

Kedua, lakukan riset kecil karena konten-konten yang diupload harus ada data-data dan faktanya, yakni terkait interest marketnya seperti apa, potensinya seperti apa, sehingga tentunya arahnya menjadi jelas akan dibawa kemana konten nantinya.

Ketiga, buat identitas segmen konten anak yang terarah atau fokus. Hal ini penting sebab saat masuk ke dunia konten setiap orang harus memiliki pemahaman bahwa dunia digital itu algoritma. Sehingga tentu saja harus fokus dengan segmen yang dituju.

Keempat, temukan faktor why. Sebagai orangtua ke anak biasakan untuk belajar. Faktor why itu merupakan bentuk pertanyaan kenapa konten anak kita itu harus ditonton orang? Apa bisa memberi manfaat ke orang?

Kelima, buatlah nilai tambah. Nilai tambah yang dimaksud yaitu keunikan dan diferensiasi dari konten lainnya. Mengapa harus ada nilai tambah? Sebab dunia konten hari ini 500 ribu konten yang rilis di YouTube. Sehingga akan bersaing dengan begitu banyak content creator lainnya.

Keenam, masuklah ke komunitas. Bergabunglah ke komunitas positif yang bisa memberikan ilmu baru dan bisa mendukung proses produksi konten. Ketujuh, buat materi produksi. Tentunya materi harus benar dan menarik sebab akan bersaing dengan ribuan konten. Tanamkan juga tiga hal sebagai dampak konten, yaitu buat konten yang dapat menginspirasi, konten yang memberikan solusi atau manfaat, dan konten yang memberikan vibrasi kebahagiaan.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir juga nara sumber lainnya seperti Sandy Natalia, Co-Founder of Beauty Cabin, Goretti Meiliani,Project & Planing Section Head Binus Group, dan Eko Ariesta, Founder & CEO Enterpro.id.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Beda Generasi, Cara Mendidik Anak di Era Digital

Generasi Z dan Anak-anak yang lahir dan tumbuh di era ketika penggunaan internet dan teknologi …

Leave a Reply