hitcounter
Monday , September 20 2021

Kiat-Kiat Melawan Hoaks

Indonesia memiliki jumlah pengguna internet yang cukup besar di dunia yakni sebanyak 202,6 juta orang. Hal tersebut tentunya akan memberikan pengaruh besar jika tidak ada pemahaman mengenai literasi digital. Sebab mungkin dengan adanya penetrasi pengguna internet yang semakin meningkat, maka akan bahaya jika konten yang terisi adalah konten-konten negatif dan berita menyesatkan yang kontra produktif.

“Fakta menarik lain 98,2% dari penduduk sudah memiliki smartphone sehingga dapat dikatakan penduduk kita sudah betul-betul sangat mudah mengakses informasi, selain mengakses merek juga mudah berbagi informasi,” kata Willy Bachtiar, Dosen & Humas Sekolah Vokasi IPB saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat I, pada Rabu (18/8/2021).

Lewat berbagai platform dan media sosial yang saat ini tersedia, maka informasi apapun dengan mudah bisa dibagikan. Namun tentunya setiap orang tetap perlu bijak dalam menggunakan media sosial, ketika ingin mengunggah sesuatu kemudian menyebarkannya kepada orang lain perlu dipastikan hal tersebut jadi konsumsi publik dan akan mengubah informasi menjadi sebuah opini publik, maka akan bahaya bila ternyata apa yang dibagikan keliru.

Menurut Katadata Insight Center di November 2020, terdaoat beberap ragam sebab masyarakat menyebarkan hoaks. Sebanyak 68,4% mengatakan hanya meneruskan berita yang tersebar tanpa tahu benar atau tidaknya.  Sebanyak 56,1% ternyata tidak tahu kalau berita tersebut tidak benar, dan sisahnya hampir tidak tahu sumber berita yang tidak jelas.

Berita asli atau hoaks pun bisa diidentifikasi dari beberapa elemen berita hoaks seperti menggunakan judul yang bombastis, kalimatnya persuasif, menggunakan huruf besar semua, dan biasanya meminta untuk diviralkan. Untuk menghindari hoaks masyarakat perlu untuk memverifikasi sumber, mengecek kembali gambar atau foto, pikirkan lagi secara kritis berita yang telah Anda baca. Selain memahami semua kiat melawan hoaks tersebut, masyarakat juga perlu untuk meningkatkan kemampuan informasi dan literasi data.

Webinar Literasi Digital di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Webinar kali ini juga mengundang nara sumber seperti Pringgo Aryo, seorang Produser & Komposer Musik, Alda Dina Bangun, Guru SD Cahaya Bangsa Kota Baru Parahyangan dan Asep H. Nugroho, Dosen Fakultas Teknik UNIS.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Beda Generasi, Cara Mendidik Anak di Era Digital

Generasi Z dan Anak-anak yang lahir dan tumbuh di era ketika penggunaan internet dan teknologi …

Leave a Reply