hitcounter
Sunday , September 19 2021

Keterampilan Digital untuk Guru dalam Pembelajaran Online

Pandemi membuat banyak aspek kehidupan berubah, ada bidang pekerjaan yang runtuh namun banyak juga peluang usaha yang tumbuh. Perubahan aktivitas pun terjadi selama masa pandemi mulai dari belanja online dari rumah sejak adanya marketplace, begitupun orang yang biasa pergi ke kantor kini bekerja di rumah.

“Akhirnya setiap orang perlu keterampilan digital agar job desk sebagai pekerja bisa terlaksana secara efektif dan efesien. Selain itu dengan perubahan aktivitas ini kita juga melakukan silaturahim online dan terakhir yang sangat berpengaruh kepada anak-anak yaitu belajar daring atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ),“ kata Panggih Cahyo Setiaji, Direktur Frasa Media saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I, pada Kamis (5/8/2021).

Mengenai pembelajaran online ini terdapat kelebihan dan kekurangannya dibanding pertemuan yang biasa dilakukan kelas. Bila di kelas dalam tatap muka penyampaian materi pengajaran akan lebih jelas, anak-anak juga bisa belajar interaksi sosial dengan guru dan teman-teman di sekolah. Sementara saat PJJ, diperlukan cakap teknologi, dan kemampuan untuk tidak bergantung pada guru, namun memang lebih hemat waktu, uang, dan tenaga.

Lebih jauh Panggih mengatakan, selama pembelajaran daring, ada dampak yang ditimbulkan dari pandemi terhadap siswa. Seperti kontrol pengembangan siswa yang melemah dari sikap dan pengetahuan, namun di sisi lain kecakapan digital menjadi menguat sebab dipaksa secara tidak langsung.

Terdapat 5 keterampilan yang seharusnya dimiliki guru untuk menunjang pembelajaran daring. Di antaranya keterampilan dalam mengoptimalkan gawai seperti mengetahui kapasitas memori, video dan suara. Kemudian keterampilan menggunakan platform kelas seperti Google Classroom dan Microsoft Teams. Ketiga, keterampilan dalam menggunakan aplikasi konverensi video online. Keempat, keterampilan dalam membuat media pembelajaran berbasis digital seperti video pembelajaran misalnya. Kelima, memanfaatkan aplikasi belajar digital.

Selain itu guru harus memahami generasi Z sebagai peserta didik yang menyukai format audio visual, bergantung pada teknologi, mudah memahami contoh yang kongkrit, kritis daat mengemukakan pendapat, mampu belajar baik dari guru yang memposisikan diri sebagai sahabat, dan gemar berinovasi.

Webinar Literasi Digital di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hadir pula nara sumber seperti Fibra Trias Amukti, Editor in Chief Mommies Daily, Heri Maja Kelana, Ketua Bidang Infokom & Litbang Forum TBM, Fiona Damanik, Konseler Universitas Multimedia Nusantara.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Beda Generasi, Cara Mendidik Anak di Era Digital

Generasi Z dan Anak-anak yang lahir dan tumbuh di era ketika penggunaan internet dan teknologi …

Leave a Reply