hitcounter
Monday , September 20 2021

Kesadaran Mempromosikan Budaya di Dunia Digital

Budaya merupakan gagasan, rasa, tindakan, dan karya yang dihasilkan oleh manusia dalam kehidupan masyarakat. Wujud kebudayaan daerah terbentuk dari beberapa hal yang biasa kita tahu seperti rumah adat, upacara adat, bahasa daerah, tarian, seni pertunjukan, musik, pakaian adat dan makanan khas.

Ini semua sebenarnya adalah salah satu rangkuman ataupun kumpulan dari semua wujud dari kebudayaan-kebudayaan daerah yang dapat kita masukan sumber atau kita promosikan di media sosial. Terutama yang paling mencolok dan tentunya bisa menarik para pembaca atau pun memperkenalkannya ke jenjang internasional maupun masyarakat Indonesia yang lebih luas.

Pebisnis online Iwan Kenrianto, founder YukbisnisKost mengatakan, ada beberapa hal yang sering kita lupa saat posting di media sosial yaitu kita melupakan landasan Pancasila dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Misalnya kita bikin suatu posting niatnya kita ingin mendukung dan membantu kalau ada tempat pariwisata atau tempat makan baru.

“Kita ingin mempromosikan tapi terkadang terlintas untuk tidak membantu akhirnya secara tidak langsung kita melupakan pasal ketiga yaitu persatuan Indonesia, seharusnya kita saling membantu supaya produk-produk tempat wisata di seluruh Indonesia dan dunia,” jelasnya dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (1/9/2021) pagi.

Harapannya seperti itu terkadang seseorang membuat postingan niatnya baik tapi dia juga lebih memikirkan pendapat orang lain. Padahal seharusnya kita berpikirnya berbeda karena kita beraneka ragam tapi sebenarnya kita itu satu sesuai dengan semboyan Tunggal Ika tadi jangan sampai kita malah terpecah-belah oleh postingan yang secara tidak sadar mempengaruhi kita.

Cara mempromosikan budaya Indonesia dengan membuat konten apa saja yang memamerkan budaya dan dari kita. Mulai dari tempat wisata hingga makanan khas, namun biasanya di dunia internet suka dengan yang menarik dapat dicoba dengan membuat dokumenter soal upacara adat hingga ritual kepercayaan yang masih ada di Indonesia.

“Penting untuk mempromosikan agar budaya Indonesia semakin dikenal baik di mancanegara mengenalkan keberagaman Indonesia mengenalkan budaya Indonesia melalui pariwisata meningkatkan promosi pariwisata dan mempercepat pertumbuhan ekonomi,” tutupnya.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (1/9/2021) pagi, juga menghadirkan pembicara Stefani Anggriani (Makeup Influencer), Dedi Junaedi (Sekretaris Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat  Jawa Barat), Taufik Aulia (penulis, Kreator Konten), dan Rio silaen sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Beda Generasi, Cara Mendidik Anak di Era Digital

Generasi Z dan Anak-anak yang lahir dan tumbuh di era ketika penggunaan internet dan teknologi …

Leave a Reply