hitcounter
Sunday , November 28 2021

Kesadaran Jadi Prinsip Etis di Dunia Digital

Kesadaran menjadi prinsip berperilaku baik di dunia digital. Dengan jumlah pengguna internet yang kian meningkat, berbagai karakter orang, pendidikan dan tingkat lapisan sosial budaya berbeda membuat perbedaan pendapat bisa terjadi.

“Sempatkan waktu untuk berpikir sebelum berinterkasi dan berpartisipasi di dunia digital,” ujar Chika Amalia Public Figure Branding & Partnership saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat I, pada Kamis (21/10/2021).

Namun sebelum itu menurut dia sebagai pengguna media sosial setiap orang bisa menyaring terlebih dulu apa yang ingin dilihat. Sebab aktivitas di dunia digital sebenarnya bisa dikontrol, mulai dari siapa yang diikuti di media sosial, berteman dengan siapa, siapa saja yang bisa melihat akun pribadi kita, maupun menyaring apa yang akan dibagikan ke pengguna lainnya. Ada begitu banyak fitur di media sosial yang bisa digunakan seperti follow, mute, hide account, yang sebenarnya bisa memfilter segala hal negatif.

Chika yang biasa menghandle klien para selebritis seperti Atta Halilintar, Iko Uwais, hingga Audy Item pun membuat strategi tertentu untuk branding dan menangani komentar netizen. Seperti menganalisa terlebih dulu sebelum merespons sesuatu, apalagi berita hoaks yang tidak boleh disebarkan karena akan memicu kegaduhan bila yang mengunggah ulang selebriti atau orang dengan followers di atas ribuan.

Lebih lanjut dia pun mengatakan, ada beberapa etika di dunia digital seperti saat menggunakan konten milik orang lain. Jangan sampai memakai foto tanpa izin, apalagi untuk kepentingan komersil karena akan bersentuhan dengan Hak Kekayaan Intelektual. Selain itu dia mengingatkan, agar di ruang digital setiap orang fokus menyebarkan hal-hal positif. Salah satu contohnya saat momen 17 Agustus lalu Atta Halilintar membuat konten lagu semangat patriotisme yang mengajak Krisdayanti, serta beberapa selebritis lainnya untuk lagu tersebut. Tak heran jika lagu tersebut hanya dalam beberapa hari daja sudah dilihat oleh jutaan orang di Asia Tenggara dan menjadi trending.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Pringgo Aryo, seorang Produser & Komposer Musik, Shandy Susanto, Dosen Podomoro University, Taufik Hidayat, Kepala UPT IT & Dosen Fakultas Teknik Universitas Syekh Yusuf, dan Made Nandhika, Abang None Jakarta 2019.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Merawat Kebudayaan Negeri Sendiri di Tengah Serangan Globalisasi

Pertemuan ragam budaya lain di ruang digital terjadi karena jejaring internet. Aktivitas online semakin tinggi …

Leave a Reply