hitcounter
Monday , October 18 2021

Kesadaran Etika Berinternet Masih Rendah, Ini Tips saat Interaksi dan Kolaborasi di Ruang Digital 

Orang Indonesia lebih berani di media sosial dibanding di dunia nyata, hal tersebut sempat disampaikan oleh Pakar Media Sosial, Ismail Fahmi.  Fakta tersebut tak lain disebabkan orang Indonesia sungkan dalam menyampaikan pendapat ketika ada perbedaan maupun ketidaksukaan di dunia nyata.

Kesadaran masyarakat Indonesia akan etika di dunia digital pun masih rendah, disebut-sebut masih rendah. Padahal sebenarnya di balik sebuah akun yang mengunggah atau mengomentari suatu kebencian ada manusia yang bisa saja tersinggung dan tersakiti dengan ujaran kebencian.

Nikita Dompas, seorang Producer & Music Director saat webinar Literasi Digital wilayah Jabar I Kota Tasikmalaya pada Rabu (15/9/2021) memberikan tips agar bisa berinteraksi dan berkolaborasi di ruang digital sesuai etika. Pertama agar memprakktikan bahwa berinteraksi di ruang digital sama seperti berinteraksi dengan manusia pada umumnya di dunia nyata, bahkan hampir tidak ada perbedaan.

“Gunakan kata-kata sopan sehingga menghindari orang lain menjadi tersinggung. Perhatikan kata-kata yang ditulis, apakah bakal menyinggung orang lain?,” ujar Nikita.

Kemudian, jangan memberikan informasi yang belum valid. Jangan menggunakan kata-kata yang mengandung SARA. Berhati-hati ketika memberikan data privasi. Hindari perselisihan dengan orang lain di internet. Tak lupa juga tetap berhati-hati saat menggunakan huruf kapital, karena penggunaan tersebut berarti berteriak. Penting, untuk meminta maaf ketika melakukan kesalahan, begitupun saat orang lain salah sudah sepatutnya kita memberikan maaf.

Webinar Literasi Digital di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Webinar kali ini juga mengundang nara sumber seperti Heri Djuhaeri, Pengajar Home Schooling Taman sekar Bandung, Bode Riswandi, seorang Sastrawan, dan Seni Apriliya, Peneliti UPI Kampus Tasikmalaya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Kembali Pada Dasar Negara

Perubahan budaya terjadi sekarang ini sangat terlihat, bagaimana aktivitas yang biasa dikerjakan menjadi berubah. Perubahan …

Leave a Reply