hitcounter
Monday , September 20 2021

Kenalkan Budaya Indonesia ke Mata Dunia

Budaya merupakan adat istiadat atau sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan pada suatu lingkungan atau wilayah yang sudah sulit diubah. Budaya itu tidak muncul tiba-tiba, tetapi ada pemicunya. Sementara, budaya digital merupakan cara baru kita dalam menjalankan budaya sehari-hari dalam bentuk digital.

Litani Warrimena, Brand & Communication Strategist menyampaikan, kasus beberapa tahun silam terkait budaya batik kita yang sempat diakui oleh negara lain. Setelah kejadian itu, kita cepat-cepat mematenkannya. Hal ini bisa jadi disebabkan karena kita sendiri, sebagai warga negara sibuk menganggumi dan mempromosikan budaya lain sehingga lupa dengan budaya asli sendiri.

“Untungnya sekarang setelah saya lihat lagi, di tahun 2021 beritanya tentang kisah pelaku UMKM, kain Endek yang mendunia lewat brand Christian Dior yang menggunakan kain tenun Bali,” terang Litani, selaku pembicara di Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (9/7/2021) pagi.

Mendunianya kain Endek bisa terjadi karena ada yang memviralkan dan mempromosikan kain nusantara tersebut. Ia mengatakan, apabila orang luar tidak diberitahu tentang keberadaan kain nusantara ini maka merak tidak akan tahu. Itulah yang seharusnya banyak masyarakat lakukan terkait budaya bangsa kita agar selalu lestari. Semakin banyak budaya yang dikenalkan, semakin besar pula kemungkinan budaya Indonesia untuk dikenal di mata dunia.

“Ayo kita ceritain tentang Sukabumi, sehingga orang-orang tertarik untuk datang ke sini. Harus kita yang ceritain, enggak bisa tunggu orang lain datang lalu kasih testimoni,” pesannya.

Hal tersebut diungkap Litani juga sebagai tanda bahwa kita harus tetap mempromosikan budaya-budaya bangsa yang lain dengan memanfaatkan teknologi digital. Kita bisa memanfaatkan platform seperti TikTok untuk memperkenalkan tarian, busana, bahkan riasan wajah di masing-masing daerah Indonesia. Dengan hal itu, kita telah mendigitalkan budaya yang telah ada. Budaya digital yang ada juga termasuk dengan melestarikan nilai luhur yang ada dalam Pancasila untuk diamalkan dan disebarkan. Nilai-nilai yang ada yakni, ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial.

Ia juga menyampaikan, untuk siap terjun ke dalam budaya digital. Langkah-langkah yang harus kita lakukan sebagai warga negara, yakni memahami 4 pilar literasi digital (kecakapan digital, budaya digital, keamanan digital, dan etika digital). Ia berpesan bahwa budaya digital jangan sampai membunuh budaya Indonesia, tetapi untuk digunakannya di mata dunia.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (9/8/2021) pagi, juga menghadirkan pembicara, Bukhori (Relawan TIK Sukabumi Digital Content Creator Social Media Branding), Virginia Aurelia (Owner & Founder divetolive.id), Muhammad Miftahum Nadzir (Dosen ENtrepreneurship – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta), dan Sari Hutagalung (Key Opinion Leader).

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Beda Generasi, Cara Mendidik Anak di Era Digital

Generasi Z dan Anak-anak yang lahir dan tumbuh di era ketika penggunaan internet dan teknologi …

Leave a Reply