hitcounter
Monday , September 20 2021

Kenali Modus Penipuan di Internet dari Penyalahgunaan Data Pribadi

Data pribadi adalah setiap data tentang seseorang baik yang teridentifikasi dan/atau dapat diidentifikasi secara tersendiri atau dikombinasi dengan informasi lainnya baik secara langsung maupun tidak langsung melalui Sistem Elektronik dan/atau nonelektronik. Data pribadi antara lain berupa foto pribadi, KTP, akte lahir, SIM, Password, kartu keluarga, nomor handphone, email, data rekening, pendapatan dan lainnya.

“Selain data tersebut sebenarnya masih banyak data pribadi lainny yang tidak sengaja dibuat, seperti aktivitas dan klik di browser,” Kata Ardie Halim, Kaprodi Management Informatika Universitas Buddhi Dharma saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I, Rabu (8/9/2021).

Saat internet makin menjadi keseharian sehingga begitu masif digunakan, pencurian data pun semakin marak terjadi. Hal tersebut dikarenakan masyarakat masih awam terutama di dunia digital. Selain itu kurangnya kesadaran diri terkait data pribadi, serta apa yang boleh dan tidak untuk dibagikan seperti password maupun PIN. Masyarakat saat ini juga belum waspada dan tidak paham risiko apabila data pribadi jatuh ke tangan orang yang salah.

Risiko atau ancaman terkait data pribadi yang bocor bisa mengakibatkan seseorang mengalami tindak kriminal seperti perampokan. Data juga bisa digunakan untuk pinjaman online, pencucian uang, menjadi kambing hitam dari pelaku kejahatan, hingga menjadi korban telemarketing untuk menawarkan jasa dan produk. Beberapa kasus terkait penyalahgunaan data pribadi adalah digunakan untuk pemalsuan akun media sosial seseorang untuk penipuan. Kasus lainnya data pribadi berupa nomor telepon bisa digunakan untuk modus penipuan meminta kode OTP mengaku sebagai pihak bank dan meminta kode transfer yang digunakan untuk menguras isi rekening.

“Apabila pelaku tahu identitas, kita dengan mudah akan terjebak,” kata Ardie.

Untuk mengantisipasi penyalahgunaan data pribadi biasakan untuk melakukan instal aplikasi dari sumber yang terpercaya. Instal juga antivirus jika memungkinkan, gunakan verifikasi login dua langkah, pada smartphone Android perhatikan permission yang diminta aplikasi. Saat diminta untuk mengirimkan scan KTP jangan lupa berikan watermark dan tambahkan timestamp atau waktu pengambilan foto.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir juga nara sumber lainnya seperti Daniel Hermansyah, CEO of Kopi Chuseyo, Monica Eveline, Digital Strategist Diana Bakery, dan Dino Hamid, Founder Famgofest & Latomochi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Beda Generasi, Cara Mendidik Anak di Era Digital

Generasi Z dan Anak-anak yang lahir dan tumbuh di era ketika penggunaan internet dan teknologi …

Leave a Reply