hitcounter
Monday , September 20 2021

Kenali Modus Penipuan di Dunia Digital agar Tetap Aman Saat Bertransaksi

Sebanyak 1.015 peserta antusias mengikuti Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo. Kegiatan kali ini kembali dilaksanakan secara virtual pada 23 Juli 2021 di Pangkep, Sulawesi Selatan. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema saat ini adalah “Lindungi Diri, Pahami Fitur Keamanan Digital”.

Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari CEO Gen Oil Andi Hilmy, Founder Ruang Kolaborasi Perempuan Mutmainnah Bahri, Ombudsman RI Kantor Perwakilan Sulawesi Selatan Hasrul Eka Putra, dan Content Creator Valentina Melati. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Linda Setiawati selaku Aktivis Perempuan. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.

Pemateri pertama adalah Mutmainnah Bahri yang membawakan tema “Tips dan Trik  Bertransaksi Digital dengan Mudah dan Aman”. Menurut dia, kendati memberikan kemudahan dan efisiensi, transaksi digital juga memiliki ancaman dan tantangan yang berpotensi merugikan warganet. Untuk itu, ada upaya yang perlu dilakukan, seperti secara berkala mengganti pin dan kata sandi, lebih mengutamakan pembayaran via rekening bersama ketimbang rekening pribadi, serta menghindari tautan mencurigakan pada pesan berantai.

Berikutnya, Valentina Melati menyampaikan materi berjudul “Memahami Aturan Bertransaksi di Dunia Digital”. Ia mengatakan, beberapa komentar negatif yang berpotensi melanggar etika, antara lain membanding-bandingkan konten orang lain, mendoakan keburukan kepada warganet lain, mematahkan impian seseorang, memakai kata-kata yang kasar, serta menuliskan kalimat yang mengandung provokasi atau hasutan.

Sebagai pemateri ketiga, Andi Hilmy membawakan tema tentang “Cara dan Legalitas Bayar Tagihan Online”. Menurut dia, jenis-jenis pembayaran online yang berlaku di antaranya, fitur-fitur pembayaran tagihan pada mobile banking; transaksi barang internasional melalui kartu kredit; pembayaran via pihak ketiga, seperti minimarket; transaksi melalui dompet digital; pembayaran dengan layanan pay later; serta pilihan pembayaran cash on delivery (COD).

Adapun Hasrul Eka Putra, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema mengenai “Jenis-Jenis Penipuan di Internet dan Cara Menghindarinya”. Ia mengatakan, belakangan ini marak penipuan di dunia maya yang telah menjerat banyak korban. Sejumlah modus-modusnya, seperti undian hadiah melalui laman palsu, surat elektronik atau email yang dengan menyusupi lampiran, agen tiket atau petugas survei palsu, penipuan perekrutan karyawan, aplikasi palsu, serta penawaran investasi atau pinjaman bodong

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Terlihat antusiasme dari para peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber. Panitia memberikan uang elektronik senilai Rp 100.000 bagi 10 penanya terpilih.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi. “Langkah apa saja yang perlu dilakukan dalam pembayaran dompet digital agar terhindar dari penipuan,” tanya Cristine Layar yang merupakan salah satu peserta dari kegiatan Literasi Digital di Pangkep. Menurut Hasrul Eka, kunci utama agar tidak tertipu di dunia digital ialah dengan meningkatkan ketelitian dan verifikasi.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan  materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.

About Pasha

Check Also

Beda Generasi, Cara Mendidik Anak di Era Digital

Generasi Z dan Anak-anak yang lahir dan tumbuh di era ketika penggunaan internet dan teknologi …

Leave a Reply