hitcounter
Friday , September 17 2021

Kenali Ciri  Kejahatan Digital dan Cara Melaporkannya

Majunya teknologi ternyata tidak menjauhkan kita dari bahaya kejahatan dan penipuan. Kejahatan saat ini hanya berpindah dari dunia nyata ke dunia siber.

Upaya yang dapat kita lakukan untuk menghindari kejahatan dunia siber, salah satunya dengan mengamankan data pribadi. Taufik Hidayat, Kepala UPT IT & Dosen Fakultas Teknik Universitas Islam Syekh Yusuf menyampaikan, kita dapat mengecek melalui  Firefox Monitor untuk mengetahui apakah selama ini data pribadi kita sudah tersebar atau belum.

“Jangan autosave password di gawai kita. Usahakan selalu login dan logout agar aman,” saran Taufik, selaku pembicara dalam Webinar Literasi Digital  wilayah Purwakarta, Jawa Barat, Rabu (4/8/2021).

Dalam menjaga data diri di internet, Taufik juga menyarankan untuk tidak memiliki lebih dari 2 kartu SIM, tidak mensinkronkan antar sosmed, dan selalu cermat dalam registrasi sosmed dengan membaca syarat dan ketentuan. Kemudian, selalu periksa situs web yang kita kunjungi. Situs web aman bertuliskan https di depannya atau memiliki simbol gembok dikunci.

Maraknya kejahatan digital membuat kita harus selalu waspada dalam menghadapinya sewaktu-waktu. Tentu, kita harus mengenali ciri dari kejahatan digital tersebut. Menurut Taufik, kejahatan digital memiliki ciri di antaranya:

  1. Menggunakan website tidak resmi
  2. Domain website tidak akurat
  3. Tidak menggunakan email lembaga atau organisasi
  4. Terdapat perintah pembayaran

Jejak digital juga menjadi hal penting yang harus diperhatikan dalam bermedia sosial. Tidak menutup kemungkinan, jejak digital ini membahayakan dan dapat menjerumuskan kita ke dalam kejahatan siber. Terutama ketika jejak digital tersebut memuat informasi pribadi kita.

“Diharapkan kita menjaga nama orang tua terutama ibu, menggunakan password yang unik, dan jangan posting sesuatu yang sifatnya privasi,” tegasnya.

Apabila ada indikasi kejahatan siber yang diterima. Maka kita bisa melaporkannya melalui patroli siber di situs patrolisiber.id. Untuk anak-anak juga bisa melaporkan kejahatan yang terjadi pada mereka melalui patroli siber tersebut. Selain melalui situs tersebut, kita juga dapat melakukan pengaduan melalui lapor.go.id. Ketika ada penipuan yang meminta kita untuk melakukan pembayaran atau memberikan uang dapat melaporkannya melalui cekrekning.id/lapor.

Pesan Taufik, dengan adanya literasi digital ini kita akan menjadi lebih produktif, efektif, dan menjadi individu yang baik dalam menggunakan dan memanfaatkan media digital.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Purwakarta, Jawa Barat, Rabu (4/8/2021) juga menghadirkan pembicara, Ryan Juniardi (CEO Mitra Digital Muka / Pelaku UMKM), Fibra Trias Amukti (Editor In Chief Mommies Daily), Loka Hendra (Head of Food & Beverages Cinepolis Indonesia), dan Bianca Utaya.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Bersatu Menjaga Dunia Digital Tetap Aman

Ruang digital sebagai tempat tinggal baru masyarakat zaman sekarang. Dunia yang tanpa batas sekalipun teritori …

Leave a Reply