hitcounter
Wednesday , October 20 2021

Kemajuan Generasi Digital yang Tanpa Henti

Aspek kehidupan tidak terlepas dari penggunaan dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Terjadi pergeseran pola pikir, pola sikap dan pola tindak masyarakat dalam akses dan distribusi dan informasi.

Misalnya dalam pendidikan yang sekarang dapat dilakukan dalam jarak jauh hanya melalui gawai anak-anak sudah bisa berkomunikasi dengan guru mereka, hingga mengerjakan tugas kelompok dengan teman-teman mereka. Bergaul atau melakukan hubungan sosial juga kini tidak perlu bertatap muka secara langsung ada Skype, LINE, WhatsApp dan sebagainya yang dapat menggantikan pertemuan secara fisik.

Berbagai budaya yang juga berubah seperti saat belanja yang dulu di pasar di supermarket yang tatap muka tapi sekarang belanja bisa tanpa tatap muka.

Aditianata, dosen Universitas Esa Unggul mengatakan, masyarakat Indonesia akan semakin mudah dalam mengakses informasi melalui berbagai platform teknologi digital yang menawarkan inovasi fitur dari medium komunikasi yang kian interaktif. Kini terbentuklah sebuah masyarakat digital yang menjadi realitas hidup di abad 21, makhluk manusia dalam berbagai sektor kehidupan terpaut dengan teknologi digital.

“Generasi digital lebih terbuka terhadap identitas mereka ada di Facebook, Instagram, YouTube, Twitter dan media sosial lainnya. Mereka cenderung bisa mengungkapkan nama asli mereka dan ini juga sudah terkait dengan etika digital bagaimana mereka juga menjaga data diri,” ungkapnya saat menjadi pembicara dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (22/9/2021) siang.

Jika dilihat dari proses belajar generasi digital selalu mengakses dengan menggunakan Google, Yahoo dan mesin pencari yang lainnya. Mereka mempunyai kemampuan belajar yang jauh lebih cepat karena segala informasi ada di ujung jari mereka.

“Urusan kebebasan berekspresi juga generasi digital cenderung ingin memperoleh kebebasan. Mereka tidak suka diatur dikekang, mereka ingin memegang kontrol dan internet menawarkan kebebasan itu,” jelasnya.

Dalam hal privasi, generasi digita lebih terbuka, berfikir agresif sama halnya dengan tadi identitas. karakteristik mereka ini juga menjadi sesuatu yang berdampak negatif jika para generasi digital tidak hati-hati. Maka dari itu generasi digital sebaiknya memiliki literasi digital untuk meningkatkan kecakapan digital. Cakap bukan hanya pandai mengoperasikan tapi juga mereka mampu bertanggung jawab dan menjaga diri mereka di ruang digital.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/9/2021) siang, juga menghadirkan pembicara Asep Suhendar (Kreator Konten dan RTIK Indonesia), Khanti Paramita (pebisnis online), Iwan Kemrianto (founder yukbisnis.com), dan Ribka sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Melihat Peluang Berjualan di Marketplace

Geliat UMKM di Indonesia dengan datangnya pandemi Covid-19 untuk masuk ke marketplace meningkat. Sebanyak 15,3juta …

Leave a Reply