hitcounter
Thursday , August 5 2021

Kedepankan Etika Saat di Ruang Digital

Komunikasi di dunia digital dapat dilakukan di media sosial yang dapat dilihat banyak orang. Ada etika digital yang harus dilakukan meskipun kita tidak bertatap muka langsung dengan lawan bicara kita. Bahkan, walaupun hanya berdua tetap dibutuhkan etika.

Etika digital ini masuk dalam empat pilar yang menjadi fokus literasi digital menuju Indonesia cakap digital yang digaungkan pemerintah dalam Gerakan Literasi Digital Nasional 2021. Pemerintah menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan akan berulang setiap tahunnya, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024. Oleh karena itu, dibutuhkan penyelenggaraan kegiatan literasi digital yang masif di 514 kabupaten/kota, di 34 provinsi, di Indonesia.

Salah satunya, Webinar yang diselenggarakan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (10/6/2021) Annisa Junaidi, penggerak dan pemerhati media sosial yang menjadi pembicara mengatakan, saat ingin berinteraksi dengan seseorang di dunia digital penting untuk menyadari apa yang tidak boleh dilakukan di media digital. Ketika kita bermedia sosial apa yang boleh kita posting dan reaksi seperti apa yang kita berikan?

“Apa yang tidak boleh dilakukan? Menurut saya sebaiknya kita memang tidak perlu terlalu kepo dengan urusan orang. Tidak perlu bertanya hal pribadi atau apa yang mereka lakukan. Biasanya ini terjadi setelah seseorang memasang sebuah status, lantas kita jadi bertanya-tanya,” saran Annisa.

Itu sudah menjadi ranah privasi orang lain selain itu data diri orang lain juga tidak boleh kita umbar sembarangan. Termasuk wajah saat kita akan mengunggah foto bersama-sama seringkali ada yang tidak ingin nampak di media sosial. Solusinya kita bisa memotong bagian orang tersebut. Di beberapa negara jika wajah bisa dituntut jika ada wajah orang tanpa izin di YouTube apalagi yang sudah di-monetize.

Kita harus tahu netiket atau etika berinternet. Etika yang berlaku di dunia maya sama dengan kehidupan nyata. Dunia cyber kita yang mencerminkan dunia nyata. Apa pun kata yang kita gunakan mencerminkan kita sendiri. Pemilihan kata menjadi utama tapi tidak semuanya hanya tentang kata tapi juga bentuk visualnya dalam sebuah video.

“Media sosial juga tempat kita berkarya, orang akan lebih mudah menemukan bakat kita di sana. Tidak perlu repot-repot mengirimkan video atau apapun, mereka cukup melihat media sosial kita. Maka dari itu posting yang baik-baik,” ujarnya.

Sebenarnya, apa yang boleh dan tidak di-posting, sudah jelas diatur oleh platform media sosial itu sendiri. Annisa menyebut seperti Facebook ada Facebook Standar Komunitas. Mereka mengatur beberapa yang tidak boleh posting seperti mengandung unsur kekerasan, berbau hasutan. Kemudian jual beli barang berbahaya, penipuan, konten berbau seksual eksploitasi seksual, perundungan bullying, eksploitasi manusia, pelanggaran privasi dan hak privasi gambar.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 ini merupakan bagian dari sosialisasi yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerjasama dengan Siberkreasi. Pembicara lain yang turut hadir dalam webinar wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (10/6/2021) ini adalah Romzy Ahmad, wakil ketua Gerakan Literasi Digital Nasional, Anita Wahid wakil Siberkreasi, Steve Pattinama seorang content creator dan Key Opinin Leader (KOL) Nattaya Laksita Melati.

Gerakan Literasi Digital Nasional 2021 merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 

About Pasha

Check Also

Paham Batasan di Dunia Tanpa Batas

Setiap orang memiliki kebebasan untuk mengekspresikan dirinya masing-masing, mengutarakan ide-ide dan pendapat secara bebas melalui …

Leave a Reply