hitcounter
Monday , September 20 2021

Kebiasaan Menerapkan Etika di Ruang Digital Dimulai dari Diri Sendiri

Penguna internet di tahun 2021 telah mencapai 4,66 miliar yang aktif di seluruh dunia atau sebanyak 59,5% dari populasi global. Dari total tersebut 92,6% atau 4,32 miliar mengakses internet melalui perangkat seluler. Adapun di Indonesia pengguna internet ada 202,6 juta jiwa meningkat sebanyak 27 juta jiwa selama pandemi berlangsung. Penetrasi internet di Indonesia sendiri kini mencapai 73,7% pada Januari 2021.

“Bayangkan jika tidak diimbangi dengan cara berinteraksi yang baik, apa yang akan terjadi,” ujar Intan Maharani, COO PositiVibe saat menjadi nara sumber di webinar Literasi Digital wilayah Kota Depok, Jawa Barat, pada Selasa (24/8/2021).

Oleh karena itu ada yang disebut netiket atau internet etiquette yaitu kumpulan perilaku yang baik dan dianjurkan di internet. Seperti mematuhi dan menerapkan perilaku online yang baik bukan hanya wajib, tapi sudah menjadi tanggung jawab setiap orang.

Kebiasaan untuk menerapkan etika saat berinteraksi di dunia digital bisa dilakukan dalam beberapa hal yang kini sudah menjadi rutinitas sehari-hari. Seperti saat mengikuti teleconference yang sama halnya dengan rapat atau pertemuan offline. Sebelum ikut serta biasakan untuk melakukan persiapan diri, memakai pakaian yang pantas meskipun pertemuan bersifat virtual, hadir tepat waktu, mematikan mikrofon jika tidak berkepentingan, menyalakan kamera video sebagai bentuk menghargai siapa oun yang ada di ruang meeting termasuk penyaji materi, dan memberi tanda terlebih dulu saat akan mengemukakan pendapat.

Adapun di media sosial, etika tak tertulis yang berlaku berupa memilih bahasa dan tutur kata yang baik, sopan dan informatif untuk dibagikan. Memilih teman di media sosial pun seperti halnya memilih lingkungan di dunia nyata, carilah akun positif dan informasi yang positif. Pastikan juga informasi valid jika ingin membagikannya, sebaiknya pilih untuk tidak berkomentar atau diam daripada membubuhkan komentar negatif. Terpenting hindari untuk mengunggah informasi dan data pribadi di media sosial.

“Mulai dari diri sendiri. Ingatlah bahwa rekam digital Anda dapat diakses secara global dan dapat dapat diakses oleh generasi di kemudian hari. Berinteraksilah sebagai individu dan warga negara Indonesia yang baik,” kata Intan.

Webinar Literasi Digital di wilayah Kota Depok, Jawa Barat merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hadir pula nara sumber seperti Sahrirromdon Kepala Program TKJ SMK Al Muhtadin, Trian Fitriani Instruktur Edukasi4ID, dan Yudi Rahardja Staf Pengajar SMK Al Muhtadin Depok.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Beda Generasi, Cara Mendidik Anak di Era Digital

Generasi Z dan Anak-anak yang lahir dan tumbuh di era ketika penggunaan internet dan teknologi …

Leave a Reply