hitcounter
Monday , April 15 2024
keamanan bandara
Foto: Dok. Kompas

Keamanan Bandara, Prioritas Utama Angkasa Pura

PT Angkasa Pura II menegaskan bahwa keamanan bandara dan keselamatan bagi penumpang pesawat merupakan prioritas utama. Koordinasi dengan TNI dan Polri dilakukan semakin intensif dalam mengantisipasi setiap ancaman keamanan di bandara sebagai pintu gerbang internasional. Pihak Angkasa Pura II juga memastikan bahwa peningkatan keamanan tidak hanya terpusat pada Bandara Internasional Soekarno-Hatta, tapi juga di 13 bandara lain yang dikelola oleh Angkasa Pura II.

Di sisi lain, langkah pengamanan tersebut diharapkan tidak mengurangi kenyamanan para penumpang. Oleh karena itu, pihak Angkasa Pura II menyatakan apabila penumpang yang merasa kenyamanannya agak terganggu karena peningkatan keamanan, maka pihaknya meminta maaf.

Budi Karya Sumadi, Presiden Direktur PT Angkasa Pura II, menyatakan, faktor keamanan bandara dan keselamatan penumpang di bandara merupakan prioritas. Bahkan, sejak Desember 2015, status keamanan bandara telah ditingkatkan dari status hijau menjadi kuning, sesuai Instruksi Dirjen Perhubungan Udara Nomor 5 tahun 2015 tentang Peningkatan Kondisi Keamanan Penerbangan dari Kondisi Hijau Menjadi Kondisi Kuning Pada Bandar Udara.

Perubahan status tersebut dikeluarkan sebagai langkah antisipasi menyusul kondisi keamanan di berbagai negara di Eropa pasca-aksi teror di kota Paris, Prancis. “Bandara-bandara di bawah pengelolaan AP II sejak tahun 2015 telah meningkat statusnya dari hijau menjadi kuning, yang berarti pengamanan telah diperketat,” kata Budi Karya.

Sebagai bentuk kewaspadaan, frekuensi patroli pengamanan ditingkatkan untuk menyisir area publik, area parkir, dan memeriksa kendaraan secara acak. Khusus di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, selain Aviation Security yang bersiaga, terjadi penambahan personel Polri dan TNI untuk menjaga keamanan bandara yang merupakan salah satu obyek vital nasional. Di samping itu, Angkasa Pura II juga mengoperasikan sekitar 1.500 CCTV untuk melakukan pemantauan selama 24 jam.

Sementara itu, salah satu langkah pengamanan yang sempat dikeluhkan penumpang adalah penggunaan anjing pelacak. Pihak Angkasa Pura II juga memastikan bahwa penggunaan anjing pelacak bukan untuk mengendus barang penumpang, melainkan kendaraan pembawa barang atau mobil boks.

Malaysia Airlines Pensiunkan Boeing 777

About admin

Check Also

Kemenparekraf Dukung Penerbangan Perdana IndiGo Airlines Rute Bangalore – Denpasar

Jakarta, Vakansi – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menyambut baik …