hitcounter
Wednesday , October 20 2021

Karakter Seseorang Bisa Dilihat dari Cara Beretika di Ruang Digital

Hampir dua tahun pandemi berlangsung, di saat itu pula masyarakat mengalami perubahan yang luar biasa signifikan. Aktivitas yang lebih banyak di rumah, membutuhkan bantuan teknologi internet untuk terhubung dengan dunia luar. Aktivitas online pun meningkat, kini setidaknya ada 202,6 juta pengguna Internet di Indonesia dengan rata-rata menghabiskan waktu 8 jam per hari.

“Nilai dasar sebagai manusia dalam etika sopan santun tetap tidak boleh terlupakan bahkan begitu interaksi kini lebih banyak dilakukan di ruang digital atau online,” kata Firza Daud, Business Project Lead V&V Communication saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat I, pada Kamis (7/10/2021).

Saat ini aplikasi untuk berinteraksi secara online tak terhitung jumlahnya lagi, ratusan bahkan ribuan. Namun ada lima platform teratas yang kini begitu akrab di masyarakat Indonesia, yaitu YouTube, What’sApp, Instagram, Facebook, dan Twitter. Menurut sumber katadata.co.id, jumlah pengguna Instagram di Indonesia hingga Juli 2021 sebesar 91,77 akun.

“Pertumbuhan pengguna sosial media, khususnya Instagram membawa fenomena yang lumayan serius,” katanya.

Dia melanjutkan, Indonesia dinobatkan sebagai netizen yang memiliki tingkat keberadaban (civility) yang sangat rendah. Survei ini dibuat oleh Microsoft pada kuartal 4 tahun 2020 dan dirilis awal 2021. Dia pun memberikan tips agar masyarakat Indonesia bisa sopan dan beradap di dunia digital.

Pertama adalah selalu positif dalam menanggapi segala hal, yakni dengan belajar untuk sabar dan tidak mudah terpancing. Selanjutnya tetap sopan, karena hal itu menunjukkan seseorang yang berkarakter. Dalam hal berkomentar bijaklah saat membalas unggahan orang lain maupun saat menanggapi sesuatu. Terakhir yaitu berbaik sangka sebab setiap orang bisa memiliki masalah dan butuh penyaluran.

Webinar Literasi Digital di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hadir pula nara sumber seperti Dee Rahma, Digital Marketing Strategist, Aditya Nova, Ketua Jurusan Hotel & Pariwisata IULI dan Rino, Kaprodi Teknik Informatika Universitas Buddhi Dharma.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Melihat Peluang Berjualan di Marketplace

Geliat UMKM di Indonesia dengan datangnya pandemi Covid-19 untuk masuk ke marketplace meningkat. Sebanyak 15,3juta …

Leave a Reply