hitcounter
Tuesday , April 13 2021

Kapal Agustine Phinisi Jadi Daya Tarik Wisata Baru di Kepulauan Seribu

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) berharap kapal Agustine Phinisi yang baru di _launching_ pada Selasa (23/3/2021), di Putri Duyung Ancol, dapat menjadi daya tarik wisata baru di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Hal tersebut dikemukakan oleh Deputi Bidang Produk Wisata Dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenparekraf/Baparekraf Rizky Handayani, pada saat menghadiri acara “Grand Launching Kapal Agustine Phinisi”, di Putri Duyung Ancol, Jakarta Utara.

“Kita tahu sebenernya di Pulau Seribu ini memiliki potensi pariwisata yang luar biasa. Namun, hanya sedikit orang yang memaknai bahwa Kepulauan Seribu bagian dari atraksi wisata di DKI Jakarta. Dengan adanya Kapal Agustine ini diharapkan dapat menjadi daya tarik wisata yang baru di Pulau Seribu,” kata Rizki Handayani.

Kapal Agustine Phinisi merupakan hasil kolaborasi antara Manajemen PT. Pembangunan Jaya Ancol Tbk. dengan Agustine Phinisi. Nama Augustine sendiri diambil dari nama keluarga yaitu keluarga yaitu Oma Augustine. “Kolaborasi ini menjadi kunci dalam pengembangan dan kemajuan tiap industri khususnya sektor pariwisata,” ujarnya.

Kapal pesiar tersebut rampung pada tahun 2020, di Tanah Beru, Bulukumba Sulawesi Selatan. Kapal yang berukuran sepanjang 30 meter ini dibuat secara tradisional oleh pembuat kapal terbaik di Tanahberu, Bulukumba, Sulawesi Selatan. Badan kapalnya terbuat dari kayu ulin dan kayu jati.

Agustine Phinisi mengusung konsep _live on board_ dengan menawarkan paket wisata seperti _brunch trip_ dan _sunset trip_, yaitu berlayar selama empat jam di Teluk Jakarta. Serta ada _day_ trip yaitu berlayar ke Kepulauan Seribu selama satu hari penuh. Apabila wisatawan ingin ingin menginap, Augustine Phinisi juga memiliki paket menginap di atas kapal selama 1 malam atau 2 malam.

Kapasitas kapal ini sebanyak 12 tamu. Fasilitas yang disediakan yaitu 4 kamar tidur, lengkap dengan 4 kamar mandi, ruang makan, dapur, smart TV, ruang karaoke, koleksi buku, mainan anak-anak dan 2 ruang santai.

_Trip activities_ yang ditawarkan diantaranya adalah _snorkeling, scuba siving, freedive, kayaking, bird watching, yoga, coral planting_, dan lainnya.

“Agustine Phinisi juga menawarkan paket-paket wisata yang berkaitan dengan _environmental sustainability_ seperti _beach clean up_, yang diharapkan menjadi pembelajaran bagi para pengunjung bagaimana wisata yang bertanggung jawab dengan tetap menjaga lingkungan sekitar,” kata Rizki.

Wisata _live on board_ ini juga memiliki paket _privet trip_, dimana pengunjung hanya berlayar dengan groupnya masing-masing. Sehingga, hal tersebut dinilai sesuai dengan konsep wisata di masa adaptasi kebiasaan baru yaitu lebih _customized_, _personalized_, _localized_, dan _smaller in size_. Selain itu, berwisata _live on board_ merupakan _pandemic winner_, karena saat ini wisata minat khusus seperti _live on board_ ini sangat digemari.

Harga yang ditawarkan kapal Agustine Phinisi sekitar Rp1,000,000 hingga Rp3,250,000. Harga tersebut tergantung dari paket-paket yang diambil oleh wisatawan.

Rizki Handayani mengingatkan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan berbasis CHSE secara ketat dan disiplin. Agar terciptanya rasa aman dan nyaman bagi wisatawan saat berlayar menggunakan kapal Agustine Phinisi.

Sebelumnya Kemenparekraf/Baparekraf telah membuat_hand book_ atau buku panduan mengenai protokol kesehatan berbasis CHSE yang dapat diunduh melalui situs https://chse.kemenparekraf.go.id/.

Pemilik sekaligus Direktur Agustine Phinisi, Diandra Hadi menuturkan lagu nenek moyangku seorang pelaut, merupakan sepenggal lirik dari lagu nasional yang menunjukkan bahwa Indonesia memiliki identitas kemaritiman yang sangat kental. Diandra pun meyakini bahwa masyarakat yang tinggal di pusat kota mendambakan melakukan wisata ditemani dengan keindahan laut Indonesia.

“Sebagai warga Jakarta yang banyak bermain dan belajar di Kepulauan Seribu sejak kecil, saya ingin dapat memperlihatkan dan mempromosikan keindahan Kepulauan Seribu ke banyak orang. Karena walaupun jaraknya dekat, ternyata masih banyak warga Jakarta yang belum mengetahui keindahan Kepulauan Seribu“ tambahnya.

Untuk itu, dengan adanya kapal Agustine Phinisi ini diharapkan dapat memberikan dampak yang positif bagi sektor pariwisata di Kepulauan Seribu, serta dapat memperkenalkan dan menumbuhkan rasa cinta dan apresiasi lebih terhadap keindahan alam Indonesia yang selalu dibanggakan.

About Pasha

Check Also

Sandiaga Formulasikan Peta Perjalanan Kawasan Joglosemar

Formula peta perjalanan atau _travel pattern_ bagi wisatawan guna meningkatkan kualitas pariwisata baik bagi wisatawan …

Leave a Reply