hitcounter
Tuesday , April 7 2020
Home / Berita Lifestyle / Kao Mengajak Anak-Anak Menjadi Agen Perubahan Lingkungan

Kao Mengajak Anak-Anak Menjadi Agen Perubahan Lingkungan

Kao Indonesia selalu berkomitmen untuk menempatkan konsumen menjadi landasan dari seluruh kegiatan bisnis yang kami lakukan sejak dahulu sampai saat ini memasuki usia ke-35 tahun. Inovasi Untuk Peduli adalah sebuah pesan dan nilai yang akan disampaikan Kao Indonesia untuk masyarakat dan seluruh stakeholder Perusahaan melalui berbagai produk, layanan, dan kegiatan yang terintegrasi dengan strategi ESG (Environment, Social, Governance) yang dilakukan. Salah satu wujud komitmen dan konsistensi Perusahaan adalah dengan meningkatkan awareness generasi muda terhadap lingkungan melalui lomba melukis.

Menurut Susilowati, Vice President Marketing Kao Indonesia, selama 35 tahun Kao Indonesia hadir di Indonesia, telah banyak Inovasi Untuk Peduli yang kami upayakan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Inovasi diciptakan melalui produk-produk Kao yang berkualitas tinggi. Sedangkan kepedulian dibina melalui edukasi kepada konsumen maupun masyarakat pada kegiatan brand, program CSR serta Lomba melukis lingkungan internasional yang sudah kami jalankan selama 1 dekade ini.

“Melalui kegiatan lomba melukis ini, kami secara tidak langsung mengedukasi serta menerapkan nilai-nilai ramah lingkungan – eco together melalui lukisan, karena gambar adalah bahasa kreatif yang universal yang diharapkan lebih mudah dipahami oleh anak-anak,” ungkap Susilowati, kepada rekan media saat jumpa pers di Ice Lotte Palace, Lotte Shopping Avenue, (22/2/2020).

Lanjut Susilowati, selama 10 tahun, Lomba melukis yang mengusung tema “Let’s Eco Together” ini menjadi wujud nyata kepedulian Kao Indonesia secara terus menerus terhadap anak-anak dan lingkungan, dimana anak-anak diajak untuk menuangkan harapan mereka akan dunia dan lingkungan yang lebih baik dan bersih. “Diharapkan melalui lomba melukis ini, anak-anak sebagai agent of change dapat semakin peduli dan berkontribusi terhadap lingkungan,” paparnya..

Susilowati menegaskan, lomba melukis yang digelar setiap tahunnya ini senantiasa mendapat antusiasme yang tinggi dari masyarakat Indonesia, khususnya anak-anak usia 6-15 tahun. Terbukti, pada penyelenggaraan yang ke-10, yang sudah digelar sejak 2019 lalu, Indonesia berhasil menghimpun 6.079 karya lukis dari total 16.552 lukisan dari seluruh dunia. Itu artinya, naik signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 4.000-an.

“Oleh karena itu, dari 44 negara yang mengikuti Kao International Environment Painting Contest for Children, Indonesia menjadi negara yang paling banyak mengirimkan karya lukis. Selain itu, ada dua karya anak Indonesia yang berhasil memenangkan penghargaan tingkat internasional Eco Friend Prize,” terang Susi.

Dua anak Indonesia yang berhasil meraih penghargaan tingkat internasional, kategori Eco Friend Prize, yaitu Alvina Damayanti (14 tahun) dari Gresik dan Sophie Naysa Gunawan (9 tahun) dari Jakarta. Sementara, empat dari lima kategori Group Prize yang diperuntukan bagi sekolah atau institusi pengirim terbanyak berhasil diraih oleh Indonesia, yaitu SMPN 2 Bangil Pasuruan (910 lukisan), Sanggar Lukis Kak Komang (829 lukisan), MTsN 1 Blitar (797 lukisan), dan SMPN 1 Kedamean (783 lukisan).

Menurut psikolog anak & remaja Anita Chandra, M.Psi, Psikolog, ada alasan mendasar mengapa menggambar atau melukis dijadikan sebagai medium untuk belajar dan berekspresi. Selain dapat memunculkan kualitas yang lebih baik pada manusia, melukis juga dapat menumbuhkan empati atau kepedulian anak-anak pada hal-hal di sekitar.

“Melukis membuat anak-anak belajar bersabar, dan memperhatikan sekitar. Seperti yang kita lihat dalam berbagai lukisan yang diikutsertakan dalam Lomba Melukis Lingkungan Internasional Kao untuk anak-anak, mereka menyuarakan harapan dan kepedulian mereka,” jelasnya

Pada tahun 2019 sendiri, Kao Indonesia mengirimkan 6.079 karya dari total 16.552 lukisan dari seluruh dunia. Dua anak Indonesia juga berhasil meraih penghargaan tingkat internasional, kategori Eco Friend Prize yaitu Alvina Damayanti (14 tahun) dari Gresik dan Sophie Naysa Gunawan (9 tahun) dari Jakarta. Sementara, empat dari lima kategori Group Prize yang diperuntukan bagi sekolah atau institusi pengirim terbanyak berhasil diraih oleh Indonesia, yaitu:

  • SMPN 2 Bangil Pasuruan (910 lukisan)
  • Sanggar Lukis Kak Komang (829 lukisan)
  • MTsN 1 Blitar (797 lukisan)
  • SMPN 1 Kedamean (783 lukisan)

“Selain lomba melukis, selama 35 tahun kami juga senantiasa berinovasi dalam menyediakan Produk sesuai dengan kebutuhan konsumen dan saat yang bersamaan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan seperti Deterjen Attack yang free fosfat, dan penggunaan kemasan pouch yang less plastic dibandingkan botol serta melakukan berbagai aktivitas edukasi sebagai wujud kepedulian kepada masyarakat melalui kegiatan sosial antara lain Pengolahan popok bekas pakai, gerakan cuci tangan, awareness kesehatan reproduksi wanita, serta cara merawat pakaian untuk mengurangi limbah kain,” tutup Susilowati.

About Pasha

Check Also

HSBC dan YCAB Tekan Pengangguran di Surabaya Melalui Anak Bangsa Siap Berkarya 2020

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi kota Surabaya tahun 2018 tumbuh menjadi 6,19 persen. …

Leave a Reply