hitcounter
Monday , April 15 2024
jumlah kunjungan wisatawan mancanegara

Jumlah Kunjungan Wisatawan Mancanegara Melebihi Target

Pariwisata Indonesia semakin bergairah. Hal itu didasari pada jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Tanah Air melalui seluruh pintu masuk pada Mei 2016 yang meningkat sebesar 7,37 persen atau sekitar 915.206 wisatawan. Sementara, pada periode yang sama di tahun lalu, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara hanya 852.388 wisatawan.

Arief Yahya, Menteri Pariwisata Republik Indonesia, mengatakan, untuk total jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dari awal tahun hingga Mei 2016, jumlahnya 4.433.932 wisman, atau meningkat 7,48 persen dari periode yang sama tahun lalu dengan 4.125.233 wisman.

Jika dilihat berdasarkan negara asal, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada Mei 2016 di 19 pintu utama, paling tinggi kenaikannya adalah negara Mesir dengan 58,05 persen, lalu Cina sebesar 45,53 persen, Rusia sebesar 33,50 persen, Bahrain sebesar 28,91 persen, dan India sebesar 28,15 persen.

“Dilihat dari data tersebut, wisatawan Cina semakin menggeser posisi Australia di posisi tiga besar, setelah Singapura dan Malaysia. Selama ini Australia selalu di posisi ke-3,” ungkap Arief.

Arief mengungkapkan, perkembangan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dari Cina dan Australia sangat pesat. Saat ini, jumlah wisata outbound Australia yang terbanyak adalah menuju ke Indonesia, bukan lagi ke New Zealand yang sudah bertahun-tahun selalu menjadi tujuan wisata utama orang Australia.

“Maklum, New Zealand itu dekat secara emosional, dekat secara geografis atau jarak. Tentu lebih murah juga orang Australia ke Selandia Baru,” ujar Arief Yahya.

Menurut Arief, peningkatan wisatawan outbound Australia lebih banyak ke Indonesia sejak April 2016 disebabkan promosi dari mulut ke mulut dan dari media sosial. Selain itu, keindahan alam dan budaya Indonesia tidak bisa tertandingi. “Itu juga menunjukkan promosi kita semakin terasa dampaknya,” ungkap Arief.

Dibandingkan pencapaian pada tahun 2015, dari bulan Januari sampai Mei 2015 tercatat yang mengalami pertumbuhan tertinggi yaitu Mesir sebesar 56,72 persen, Bahrain sebesar 45,56 persen, India sebesar 30,64 persen, Inggris sebesar 25,47 persen, dan Cina sebesar 25,27 persen.

“Cina, India, Mesir, dan Bahrain dua tahun berturut-turut tumbuh pesat. Jika akses ke negara-negara itu semakin banyak direct flight, pasti akan bertambah lebih pesat. India yang tidak ada penerbangan langsung saja angkanya sudah lebih dari 35.000 sebulan, berarti lebih dari 1.000 orang per hari. Artinya, India sudah layak diterbangi oleh Garuda,” kata Arief.

Kunjungan wisman pada tiga pintu besar dari 19 pintu masuk utama bulan Mei 2016 dibandingkan bulan Mei 2015, yaitu Soekarno Hatta mengalami penurunan sebesar 1,41 persen, Batam juga mengalami penurunan sebesar 11,01 persen, dan Bandara Ngurah Rai meningkat sebesar 37,13 persen. Jika dibandingkan dengan periode Januari-Mei 2015, Bandara Soekarno-Hatta meningkat 3,76 persen, Bandara Ngurah Rai meningkat 20,98 persen, namun Batam mengalami penurunan sebesar 3,49 persen.

PUTRI Taman Rekreasi Diminta Lebih Inovatif

About admin

Check Also

Perputaran Ekonomi Saat Momen Libur Lebaran 2024 Diproyeksikan Mencapai Rp276,11 Triliun

Jakarta, Vakansi – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) memproyeksikan perputaran …

Leave a Reply