hitcounter
Thursday , October 21 2021

Jejak Digital Rujukan Perusahaan Merekrut Tenaga Kerja

Media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari membaca berita di pagi hari, mengunggah foto makan siang, sampai menonton video sebelum tidur, semua dilakukan secara online di era digital sekarang. Tanpa kalian sadari, semua aktivitas yang kalian lakukan di dunia maya, sudah tercatat secara digital.

Allyvia Camelia, Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Turnojoyo Madura, menjelaskan saat ini jejak digital sudah menjadi rujukan banyak lembaga atau perusahaan untuk merekrut tenaga kerja. Hal ini dapat terlihat dari salah satu syarat di mana pelamar wajib mencantumkan identitas media sosial mereka.

“Bukan tanpa alasan, perusahaan atau lembaga tersebut akan menelusuri kepribadian calon pekerjanya melalui rekam jejak di media sosial. Jika sang pelamar santun dan bijak dalam bermedia sosial, besar kemungkinan akan berdampak positif. Sebaliknya jika media sosial digunakan secara tidak bijak, tentu akan menjadi pertimbangan lebih bagi perusahaan untuk menerimanya sebagai pegawai,” ujar Allyvia dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Rabu (23/6/2021).

Dia menambahkan, sebaiknya pikirkan dulu sebelum mengunggah sesuatu di media sosial. Salah-salah akan terjerat hukum dan itu akan merugikan diri sendiri. Karena kebebasan berekspresi bukan berarti dapat seenaknya membagikan apa saja.

“Sangat berisiko jika konten yang diunggah cenderung menimbulkan dampak yang destruktif yang justru akan merugikan diri sendiri,” tuturnya.

Lanjut Allyvia, untuk itu ada beberapa tips agar terhindar dari konflik di media sosial. Pertama, jika sudah terlanjur mengunggah sebuah konten yang dianggap merugikan pihak lain, jangan gengsi untuk meminta maaf agar permasalahan tidak semakin rumit. Kemudian, bergegaslah menghapus unggahan tersebut dari media sosial.

“Sekarang, coba cek media sosial. Barangkali ada postingan dianggap tidak layak, cepat-cepatlah dihapus, karena bisa saja hal itu akan merugikan di kemudian hari,” pungkasnya.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Rabu (23/6/2021) ini juga menghadirkan pembicara Ary Suharja (Sekretaris Dinas Kominfo Bangkalan), Aryo Hendarto (Founder Sejiwa & caritempat.id), AchDafid (Ketua Jurusan Teknik UNIBA Madura), dan Key Opinion Leader Delfia Noor Safitri (Finalis Putri Pendidikan Jawa Timur 2021).

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Media Pembelajaran Moodle, Alternatif Pembelajaran Jarak Jauh

Saat pembelajaran jarak jauh dilakukan harus ada inovasi bagaimana cara para pendidik dapat memberikan materi …

Leave a Reply