hitcounter
Monday , September 20 2021

Jejak Digital Dorong Pengguna Internet Lebih Beretika

Sebanyak 835 peserta antusias mengikuti Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, Kegiatan kali ini dilaksanakan secara virtual pada 31 Juli 2021 di Bolaang Mongondow Selatan, Sulawesi Utara. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali adalah “Bersama Lawan Kabar Bohong”.

Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari Kartini Nainggolan selaku penulis, Sunarni selaku dosen, Makbul Mohamad Jafar selaku pegiat pendidikan, dan Tesa Lonika R Meluwu selaku mahasiswi. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Shinta Ardan selaku jurnalis. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.

Pemateri pertama adalah Sunarni yang membawakan tema “Kecakapan Digital: Informasi Digital Identitas Digital dan Jejak Digital”. Dia mengatakan, pertimbangkan secara matang hal baik yang bisa dilakukan dan hal buruk yang harus ditinggalkan ketika berselancar di internet. Pasalnya, semuanya akan terekam dan meninggalkan jejak digital. “Jejak digital mendeskripsikan performa seseorang bahkan digunakan untuk menelusuri riwayat seseorang seperti di dunia pendidikan maupun pekerjaan,” katanya.

Berikutnya, Tesa Lonika R Meluwu menyampaikan materi “Sudah Tahukah Kamu Dampak Penyebaran Hoaks”. Senada Sunarni, Tesa menyatakan salah satu dampak jika kita mengunggah berita hoaks di internet adalah akan tercatat sebagai jejak digital yang buruk. “Banyak kasus tidak diterima di universitas atau pekerjaan karena jejak digital buruk. Jadi, sangat disayangkan jika membagikan informasi negatif yang bisa berdampak di kemudian hari,” tuturnya.

Sebagai pemateri ketiga, Kartini Nainggolan membawakan tema “Mengenal Lebih Jauh Cara Menyuarakan Pendapat di Dunia Digital”. Dia mengingatkan, pengguna internet harus bertanggung jawab terhadap konten dan komentar yang diunggah. “Jangan tergesa-gesa untuk membagikan informasi, tapi saring terlebih dahulu,” ujar editor media daring ini.

Adapun Makbul Mohamad Jafar, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema “Tips dan Pentingya Internet Sehat”. Dia menyampaikan, orang tua wajib membekali diri dan terus belajar terkait fitur dan ancaman terbaru yang bisa membahayakan anak. “Hal penting menjaga komunikasi dengan anak agar lebih terbuka menceritakan pengalaman berinternet,” ucapnya.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Terlihat antusias dari para peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber. Panitia memberikan uang elektronik senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih. Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.

“Bagaimana cara untuk persuasif dan menolong orang di lingkungan agar sama-sama aman menggunakan internet?” tanya Kristiyanto, salah satu peserta. Kartini Nainggolan memaparkan, upaya bisa dimulai dari lingkungan terkecil seperti grup WhatsApp keluarga. “Jika ada kerabat membagikan berita hoaks, kita bisa membantu menjelaskan dengan membagikan berita rujukan yang sudah ditelusuri kebenarannya,” ujarnya.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan  materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.

About Pasha

Check Also

Beda Generasi, Cara Mendidik Anak di Era Digital

Generasi Z dan Anak-anak yang lahir dan tumbuh di era ketika penggunaan internet dan teknologi …

Leave a Reply