hitcounter
Thursday , October 21 2021

Ironi Masyarakat Lupakan Budaya Kesopanan di Ranah Digital

Dampak luar biasa tengah dirasakan akibat penggunaan teknologi dalam berkomunikasi dan berkehidupan di era digital. Terlebih sejak pandemi yang telah berjalan setahun lebih, ada perubahan interaksi sosial yang semakin terasa dalam berkomunikasi dan berhubungan.

Diperlukan pemahaman literasi digital yakni kemampuan untuk memahami dan menggunakan informasi dalam berbagai bentuk dari berbagai sumber yang sangat luas yang diakses melalui piranti komputer. Agar budaya masyarakat Indonesia yang terkenal ramah dan sopan tetap bisa dimunculkan.

“Dari rumah kita bisa belanja dan belajar namun kemudahan akses itu yang membuat kita lupa akan budaya,” ujar Anggi Auliyani, Duta Bahasa Jawa Barat saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I, Selasa (29/6/2021).

Dia mengatakan saat berada di dunia digital masyarakat dibombardir dengan teknologi yang begitu memudahkan segala aktifitas. Akan tetapi semua itu menjadi sia-sia bila tidak dibarengi dengan pemahaman budaya dan karakter. Dibutuhkan bukan hanya kecakapan digital menggunakan teknologi, namun masyarakat perlu menganalisis, mengevaluasi, merefleksi isi pesan yang ada kaitannya dengan proses berpikir reflektif serta bertindak untuk membagi pengetahuan secara individual dan kolaboratif.

“Kita bisa berkirim dan menerima What’sApp namun harus bisa menganalisis informasi yang dibaca atau didengar. Ini dari siapa? Benar atau tidak?,” sebutnya.

Dari kemampuan ini menutut para pengguna digital untuk menjadi berpikir lebih kritis hingga bertindak atau memutuskan untuk lebih hati-hati menyaring informasi. Memberitahu keluarga dan kerabat untuk lebih berhati-hati, melapor kepada pihak berwajib supaya tidak ada yang ditipu lagi, termasuk berani melapor ke patroli siber.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Klemes Rahardja Founder The Enterpreneur Society, Florence Irena Psikolog Anak dan Remaja, serta Muh Nurfajar dari Relawan TIK Indonesia.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Media Pembelajaran Moodle, Alternatif Pembelajaran Jarak Jauh

Saat pembelajaran jarak jauh dilakukan harus ada inovasi bagaimana cara para pendidik dapat memberikan materi …

Leave a Reply