hitcounter
Sunday , November 28 2021

Internet Seharusnya Jadi Sarana Milenial Jadi Kreatif dan Produktif

Akselerasi dan revolusi cara masyarakat berinteraksi sosial mengalami percepatan selama pandemi Covid-19. Transformasi ini menyebabkan perubahan besar abad ke-21 yaitu industry 4.0 menuju 5.0 ketika masyarakat memanfaatkan teknologi yang lebih pintar dengan loT, cloud techology, big data, dan virtual assistant 24 jam.

“Fenomena revolusi masif menyebabkan perubahan interaksi sosial ikut terjadi di dunia pendidikan yang membuat internet sebagai sarana belajar online. Begitu juga bekerja saat ini dilakukan secara remote,” kata Dee Rahma seorang Digital Marketing Strategist saat webinar Literasi Digital wilayah Kota Depok, Jawa Barat I, pada Selasa (16/11/2021).

Akhirnya internet sekarang sudah menjadi kebutuhan pokok, karena digunakan masyarakat untuk berbagai aktivitas di rumah. Apalagi karena pandemi sebagian besar orang sudah belanja melalui cara online, memakai e-banking, e-money, juga interaksi sosial secara virtual dan telemedicine.

Dia mengatakan, berbagai peluang baru bermunculan dengan pemanfaatan internet dan penggunaan teknologi untuk mendukung kehidupan. Setiap orang akhirnya bisa makin produktif dan kreatif di ruang digital dengan melakukan digital branding untuk enterpreneur hingga pemilik bisnis yang sedang membangun brand semakin besar dan hal tersebut memunculkan kreator ekonomi baru.

Generasi baru pengguna platform digital, umumnya dengan media sosial yang memaksimalkannya untuk membangun komunitas digital kalau jeli bisa menciptakan pengaruh terhadap banyak orang melalui konten digital yang dibagikan. Seperti yang sekarang dikenal beberapa profesi baru yaitu content creator dan influencer, yang punya peran menciptakan kolaborasi positif di dunia digital dengan unggahan konten-konten positif.

Webinar Literasi Digital di Kota Depok, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hadir pula nara sumber seperti Daniel Hermansyah, CEO of Kopi Chuseyo, Reza Hidayat, CEO Oreima Films, Nandya Satyaguna, seorang Medical Doctor, dan Louiss Regi, seorang Content Creator.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Merawat Kebudayaan Negeri Sendiri di Tengah Serangan Globalisasi

Pertemuan ragam budaya lain di ruang digital terjadi karena jejaring internet. Aktivitas online semakin tinggi …

Leave a Reply