hitcounter
Tuesday , August 3 2021

Internet Mengasah Kreativitas Penggunanya

Internet sebagai salah satu hasil perkembangan teknologi informasi dan komunikasi ini memang tak perlu diragukan lagi. Di era industri 4.0 ini hampir seluruh kegiatan manusia membutuhkan koneksi internet.

Menurut Nur Hayati, Dosen Prodi Informatika Universitas Muhammadiyah Malang & Graduate Research Assistant Universitas Malaysia Sabah dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (29/6/2021), keberadaan internet membantu banyak hal dalam kehidupan manusia. Contohnya, bagi yang lahir di tahun 80-an sampai dengan 90-an mungkin mengenal telepon rumah yang rutin digunakan untuk berkomunikasi jarak jauh dengan teman atau kerabat.

“Saat itu telepon hanya bisa dilakukan oleh dua orang yang saling terkoneksi dengan pesawat telepon. Melakukan komunikasi atau koordinasi pekerjaan menggunakan telepon pun masih cukup sulit karena tidak semua indekos atau rumah memiliki telepon,” ujarnya.

Ia menambahkan, saat ini, bisa berkomunikasi dengan banyak orang melalui Google Meet, Zoom, bahkan WhatsApp sekali pun. Itulah contoh dampak baik keberadaan internet bagi kehidupan. Namun, penggunaan internet yang tidak bijak dapat menyebabkan dampak buruk. Misalnya, anak-anak yang mengakses YouTube secara berlebihan kerap mengalami tantrum ketika orang tua mengambil alih gadgetnya.

“Segala inovasi di dunia ini tentu memiliki sisi positif dan negatif semuanya tergantung kita sebagai pengguna. Jika bijak dalam menggunakan internet, internet memiliki manfaat untuk mengasah kreativitas,” katanya.

Ia juga menjelaskan, selain memiliki manfaat untuk memudahkan komunikasi, internet juga memudahkan orang-orang yang berjiwa kreatif untuk berkreasi. Dahulu, orang yang gemar bernyanyi hanya bisa menunjukkan bakatnya di tempat-tempat tertentu seperti kafe, pesta kerabat, dan sejenisnya.

“Kini, seluruh orang bisa dengan mudah menunjukkan bakat dan hobi bernyanyinya di media sosial seperti Instagram, Facebook, TikTok, atau YouTube,” terangnya.

Lanjut dia, melalui media sosial pula seseorang dapat memperoleh inspirasi untuk mengasah keterampilannya. Jika dahulu mencari inspirasi harus datang langsung ke tempat tertentu, kini orang-orang bisa dengan mudah menonton film, melihat keunikan masyarakat di berbagai dunia, bahkan mencari sejarah melalui internet.

“Seiring dengan semakin mudahnya orang mencari inspirasi dan melakukan publikasi atas karyanya semakin ketat juga persaingan untuk unggul dan bertahan. Semangat untuk mengasah kreativitas dan melakukan kompetisi dengan kemajuan teknologi,” paparnya.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKomInfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (29/6/2021) ini juga menghadirkan pembicara Inda Rahadiyan (Dosen Hukum Bisnis Fakultas Hukum UII & Direktur Pusat Studi Pasar Modal Fakultas Hukum UII), Herdianto (Owner Omah Kopi Java), Nur Putri Hidayah (Dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang), dan Key Opinion Leader Aprillia Frinanda (Video Content Creator).

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Yuk Sebarkan Hal Positif yang Selaras dengan Nilai Pancasila di Ruang Digital

Kegiatan masyarakat sekarang ini mulai beralih menggunakan media digital. Dikarenakan, transformasi digital kini sudah mencapai …

Leave a Reply