hitcounter
Monday , September 20 2021

Internet Memungkinkan Terciptanya Ruang Budaya Kreatif dan Produktif di Era Digital

Sebanyak 202,6 juta orang di Indonesia sudah memakai internet dengan 170 juta di antaranya sudah aktif di sosial media. Dengan jumlah tersebut seharusnya internet bisa menjadi potensi dan peluang yang memberi ruang produktif dan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Loka Hendra, Head of Food & Beverage Cinepolis Indonesia mengatakan, peluang semakin luas di era digital sebab tak ada batasan di ruang digital untuk berkreasi dan berinovasi. Terjadi pergeseran pola pikir, perilaku dan tindakan masyarakat dalam akses ruang digital. Lebih jauh dia mengatakan, digitalisasi telah menciptakan efisiensi bagi individu maupun pelaku UMKM dalam berkreasi dan berinovasi.

“Berbagai program akselerasi transformasi digital pun memudahkan masyarakat untuk meningkatkan produktifitas,” ujarnya saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat I pada Kamis (12/8/2021).

Sebanyak 64 persen penduduk Indonesia sudah terkoneksi dengan internet, akan tetapu belum semuanya berperilaku positif dengan memanfaatkan internet untuk sarana budaya kreatif. Bahkan Microsoft menyebut netizen Indonesia paling tidak sopan se-ASEAN.

Dia mengungkapkan, ada banyak cara untuk menciptakan budaya kreatif dan produktif di ruang digital, seperti dengan mendukung dan mengapresiasi ide kreatif agar semakin out of the box dalam berkreasi. Digitalisasi pun dapat dimanfaatkan untuk memaksimalkan kreatifitas generasi muda dalam memperkenalkan budaya Indonesia. Termasuk berpartisipasi dalam aktifitas atau kompetisi yang diselenggarakan untuk mendorong budaya kreatif dan inovatif.

“Tanamkan pemikiran dan narasi positif dimulai dari lingkungan terkecil yaitu keluarga,” tuturnya.

Webinar Literasi Digital di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hadir pula nara sumber seperti Klemes Rahardja, Founder The Enterpreneur Society, Esa Firmansyah, Ketua RTIK Kabupaten Sumedang, dan Asep H. Nugroho, Dosen Fakultas Teknik UNIS.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Beda Generasi, Cara Mendidik Anak di Era Digital

Generasi Z dan Anak-anak yang lahir dan tumbuh di era ketika penggunaan internet dan teknologi …

Leave a Reply