hitcounter
Sunday , April 11 2021

Inovasi Digital Bisa Bangkitkan Sektor Parekraf

Pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia dan dunia memberikan dampak yang sangat besar terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Sehingga, perlu ada inovasi-inovasi, terutama bidang digital untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia.

Hal itu diungkapkan Angela Tanoesoedibjo, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dalam kunjungannya ke Traveloka Campus di kawasan Bumi Serpong Damai, Kabupaten Tangerang, beberapa waktu lalu.

“Perlu ada inovasi-inovasi dari anak bangsa untuk pariwisata Indonesia. Terlebih Indonesia punya potensi yang besar (di bidang digital), karena populasi kita yang besar, yang muda, dan populasi kita yang konsumtif,” kata Angela.

Sehubungan dengan hal itu, Angela menilai pembentukan Digital Hub di kawasan BSD ini menjadi sesuatu yang visioner bagi perkembangan ekonomi kreatif di Indonesia. “Saya kira ini adalah konsep yang visioner, yang tepat sasaran, dan yang paling penting adalah yang tepat waktu,” katanya.

Angela mengapresiasi kehadiran Traveloka sebagai salah satu perusahaan swasta yang menjadi mitra Kemenparekraf/Baparekraf dalam upaya berinovasi mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Tanah Air. Menurutnya, Traveloka juga berperan penting dalam mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif secara digital.

“Traveloka juga salah satu representative private sector yang sangat berkontribusi bagi sektor pariwisata Indonesia, khususnya (wisata) berbasis digital,” katanya.

Angela mengajak seluruh masyarakat Indonesia agar tetap yakin bahwa sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia dapat kembali pulih. Terlebih, setelah dilakukannya vaksinasi bagi para pelaku wisata dan ekonomi kreatif di Bali pada 16-18 Maret 2021.

“Vaksinasi ini juga dihadiri oleh Presiden, dan ini menjadi komitmen kami untuk terus mendorong vaksinasi di Bali dan seluruh destinasi wisata di Indonesia. Supaya kita bisa segera membuka pariwisata Indonesia kepada dunia,” ujar Angela.

Selain itu, dikatakan Wamenparekraf, pihaknya beserta kementerian dan lembaga terkait juga tengah membahas rencana pembukaan kembali destinasi-destinasi wisata di Indonesia secara bertahap, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat berbasis CHSE. “Tentunya ini juga butuh dukungan stakeholders terkait bagaimana kita bisa memastikan ketika destinasi wisata di Indonesia kembali dibuka kita sudah siap dan didukung dengan inovasi secara digital,” ujarnya.

Menkominfo Johnny G. Plate, mengatakan meskipun memberikan dampak yang signifikan bagi berbagai sektor kehidupan, pandemi COVID-19 bukanlah halangan untuk terus berinovasi dalam mengembangkan potensi ekonomi digital di Indonesia.

“Dengan kepemimpinan yang kuat serta kerja yang serius oleh Presiden Joko Widodo dan menteri-menterinya serta pihak-pihak terkait, kontraksi perekonomian di Indonesia bisa ditekan,” ucap Johnny.

Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo pada kesempatan yang sama meresmikan gedung Traveloka Campus. Selain itu, ia juga menyempatkan berkunjung ke sejumlah pegiat ekonomi kreatif berbasis digital di sekitar kawasan The Breeze, BSD.

 

 

About Pasha

Check Also

Sandiaga Formulasikan Peta Perjalanan Kawasan Joglosemar

Formula peta perjalanan atau _travel pattern_ bagi wisatawan guna meningkatkan kualitas pariwisata baik bagi wisatawan …

Leave a Reply