hitcounter
Wednesday , October 20 2021

Infodemi Lebih Bahaya dari Virus Corona

Pandemi Covid-19 telah membuat perubahan besar dalam penggunaan teknologi dan internet. Di mana tak hanya virus corona saja, informasi mengalami penyebarannya yang cepat, namun jauh dari akurat. Sumber dari UNESCO, saat ini masyarakat dunia tidak hanya mengalami pandemi karena penyakit. Namun Covid-19 juga menyebabkan disinformasi pandemi yang secara langsung berdampak pada kehidupan banyak orang.

“Mengutip Direktur Jendral WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, kini masyarakat tidak hanya sedang memerangi epidemi tapi juga infodemi atau informasi mengenai pandemi yaitu hoaks yang menyebar lebih cepat dan lebih mudah daripada virus corona dan sama bahayanya,” kata Komarudin, Ketua PC NU Kabupaten Bekasi saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I, pada Jum’at (24/9/2021).

Lebih lanjut dia mengatakan dampak dari infodemi tersebut memicu kepanikan di masyarakat, membuat abai akan protokol kesehatan, tidak mau divaksinasi, menyepelekan Covid-19, yang berujung pada mengancam keselamatan diri, keluarga dan lingkungan.

Masyarakat diharapkan dapat mengidentifikasi informasi atau berita palsu yang beredar yakni dengan mengecek terlebih dulu. Mulai dari kata dan pemilihan bahasa yang cenderung provokatif menyulut emosi pembacanya, mengutip judul media sepotong-sepotong dengan nara sumber tidak jelas, dan dibuat seolah-olah meyakinkan.

“Cari kata kunci terkait info yang akan dicari kebenarannya. Memudian cek di Google dengan menuliskan kata kunci tersebut atau buka turnbackhoax.id atau cekfakta.com,” ujarnya lagi.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Vera Susanti, Ketua Muslimat NU Kabupaten Bekasi, Wulan Mayasari, Fatauat NU Kabupaten Bekasi, dan Dwi Larasati, Founder Saung Ceria.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Melihat Peluang Berjualan di Marketplace

Geliat UMKM di Indonesia dengan datangnya pandemi Covid-19 untuk masuk ke marketplace meningkat. Sebanyak 15,3juta …

Leave a Reply