hitcounter
Wednesday , May 18 2022

Industri Start-up Digital Indonesia Bertumbuh, Jebolan HUB.ID kolaborasi dan Peroleh Pendanaan

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah sukses melaksanakan HUB.ID 2021, sebagai upaya mendukung pertumbuhan industri start-up digital di Indonesia. Program business matchmaking tersebut telah memfasilitasi start-up lokal untuk berkembang, berkolaborasi dan menerima pendanaan.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Kemenkominfo, Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan Indonesia saat ini sedang berada dalam era akselerasi Transformasi Digital Nasional yang ditandai dengan berbagai upaya percepatan pemerataan pembangunan infrastruktur digital.

“Kementerian Komunikasi dan Informatika berperan tidak hanya sebagai regulator, tetapi juga fasilitator yang menyiapkan masyarakat yang siap untuk hidup di era ekonomi digital dengan berbagai program. Salah satunya melalui HUB.ID, program pembinaan start-up yang berkesinambungan komprehensif,” ujar Semuel dalam sambutannya saat HUB.ID Alumni Talks, di Jakarta (7/4/2022).

Mendukung hal tersebut program 1000 Start-up Digital dan Start-up Studio Indonesia hadir untuk menjaring talenta-talenta digital dan membekali mereka dengan mentoring intensif hingga siap menjadi pemimpin perusahan teknologi atau startup digital. Selain itu, program HUB.ID disiapkan untuk memfasilitasi start-up digital Indonesia melakukan pertemuan bisnis dengan Korporasi baik BUMN ataupun swasta, Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, serta investor.

Di sisi perkembangan start-up yang telah mengikuti program HUB.ID, Dagangan menjadi start-up binaan program HUB.ID 2021 yang ikut menunjukkan perkembangan positif. Start-up Dagangan bergerak di bidang perdagangan (commerce) barang konsumsi dan kebutuhan sehari-hari.

Koordinator Business Matchmaking Direktorat Jendral Aplikasi Informatika Kemenkominfo, Luat Sihombing mengatakan HUB.ID bisa menjadi sebuah platform bagi start-up digital Indonesia untuk bertumbuh dari skala bisnis. Termasuk memperluas kerja sama bisnis dan memperbanyak aktivitas bisnis.

“Pada program HUB.ID 2021 berbagai sektor masuk di antaranya pariwisata, keuangan, logistik, pertanian, perikanan, dari semua start-up ini terbilang cukup beragam, mereka memberikan inovasi salah satunya Dagangan bergerak dalam bidang logistik,” ujar Luat.

Walikota Surakarta, Gibran Rakabuming mengungkapkan pandemi Covid-19 telah membawa dampak besar, di mana masyarakat dipaksa untuk beradaptasi. Namun di sisi lain kondisi tersebut ikut mendorong percepatan digitalisasi di segala aspek. Dia mengatakan, semua kini harus menggunakan teknologi digital, mulai dari pendidikan, perkantoran, usaha, seni budaya hingga pelayanan administrasi.

“Saat ini kita sedang mendorong para pelaku usaha untuk masuk dalam transformasi digital. Hal ini penting dalam mendukung percepatan pemulihan ekonomi kita. UMKM harus go digital, bahkan di Solo pasar tradisional sudah mengikuti perkembangan zaman dengan menerapkan sistem cashless,” ujar Gibran.

Pemerintah Kota Surakarta mendorong UMKM Solo untuk turut serta dalam ekosistem ekonomi digital. Bahkan tahun 2021 lalu Kota Kota Surakarta memecahkan Rekor Muri sebagai daerah dengan pedagang pasar tradisional yang melakukan transaksi digital terbanyak di Indonesia. Tercatat ada 1.046 pedagang di Pasar Klewer dan Pasar Kadipolo yang menggunakan program transaksi jual-beli dengan sistem elektronik.

Transaksi digital juga menambah omset pedagang, memberikan berbagai kemudahan baik dalam proses transaksi, mendapatkan supplier bahkan hingga transaksi yang lebih mudah. Lebih lanjut Gibran mengatakan berkat digitalisasi, pertumbuhan ekonomi Kota Solo mengalami pertumbuhan positif pada 2021 di angka 4,01 persen. Kondisi tersebut meningkat setelah mengalami defisit di tahun sebelumnya sebesar -1,74 persen.

“Dalam hal ini saya mendukung pertumbuhan start-up sebagai percepatan transformasi digital. Saya berharap start-up Dagangan kedepan dapat bersinergi dengan pemerintah termasuk dengan kota Solo guna mendukung pelaku usaha dalam ekosistem digital. Semoga kegiatan HUB.ID Alumni Talks dapat memberikan informasi bermanfaat khususnya dalam mendorong transformasi digital dalam perdagangan dan UMKM,” kata Gibran.

Direktur Bina Usaha dan Pelaku Distribusi Kementerian Perdagangan, Nina Mora mengatakan ekonomi digital Indonesia punya prospek yang besar di masa mendatang. Di tahun 2022 saja, transaksi e-commerce diperkirakan mencapai Rp528 triliun atau tumbuh 5,2 persen dari tahun sebelumnya.

“Dengan itu diharapkan sumbangsih e-commerce menyumbang sekitar 33,37 % dari ekonomi digital Indonesia,” kata Nina.

Lebih lanjut dia mengatakan e-commerce salah satunya menjadi sarana efektif untuk promosi. Menurut data digital report 68 dari total populasi Indonesia sudah menggunakan media sosial, sehingga promosi di media sosial bisa memudahkan. Tetapi tentunya tetap ada kendala dalam perdagangan digital, meski memiliki potenai yang tinggi mendukung perkembangan ekonomi namun masih ada pekerjaan lainnya dalam penerapannya. Selain itu perdagangan digital belum punya pengaturan khusus, akibat dari sosial e-commerce potensi money laundry, penjualan barang yang tidak sesuai standart, dan beredarnya barang palsu.

CEO dan Co-Founder Dagangan Ryan Manafe mengungkapkan teknologi bisa menjadi solusi nyata bagi masyarakat. Salah satunya seperti yang Dagangan lakukan dengan memberikan akses bahan pokok yang wajar. Lebih lanjut dia menyebutkan dalam 2 tahun Dagangan telah menjangkau 10.000 desa khususnya di Pulau Jawa, dengan 30.000 pengguna dari mulai perorangan, pemilik toko, dan UMKM. Dagangan memfasilitasi masyarakat di daerah akan akses terhadap berbagai barang kebutuhan yang kini sudah mencapai 100 ribu transaksi.

Saat ini Dagangan menargetkan sejumlah pembangunan gudang mikro di pulau Jawa yang dilakukan untuk menembus lebih banyak pasar daerah di tingkat pedesaan. Dengan melihat pencapaian yang diperoleh Dagangan, Kominfo menyambut baik alumni program HUB.ID 2021 yang telah berhasil dalam mempercepat pertumbuhan startup mereka.

Kegiatan HUB.ID Alumni Talks diselenggarakan oleh Direktorat Ekonomi Digital di bawah struktur Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika. Kegiatan ini menghadirkan nara sumber Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemenkominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, Koordinator Business Matchmaking Direktorat Jendral Aplikasi Informatika Kemenkominfo, Luat Sihombing, Walikota Surakarta, Gibran Rakabuming, dan juga Co-Founder dan CEO Dagangan, Ryan Manafe, serta Direktur Bina Usaha dan Pelaku Distribusi Kementerian Perdagangan, Nina Mora.

About Pasha

Check Also

Pembayaran contactless raih momentum di Indonesia

Visa, pemimpin dunia dalam pembayaran digital, hari ini mengungkapkan pembayaran contactless semakin populer di Indonesia, …

Leave a Reply