hitcounter
Sunday , November 28 2021

Indonesia Membutuhkan 9 Juta Digital Talent yang Mendesak di 2030

Industri digital ekonomi Indonesia bersiap tumbuh menjadi USD133 juta dalam lima tahun kedepan. Indonesia diprediksi akan jadi pusat digital ekonomi terbesar di Asia Tenggara pada 2030, dengan kebutuhan 9 juta talent yang paham digital skills.

“Kita ada sebuah tantangan nih, perkembangan digitalisasi di mana ketersediaan supply digital masih kurang,” kata Dee Rahma, seorang Digital Marketing Strategist saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat I, pada Senin (25/10/2021).

Diharapkan, tak hanya bisa mengakses internet saja melalui smartphone dan laptop namun perlu ada peningkatan skills lebih dari itu supaya bisa lebih produktif dengan penggunaan teknologi. Terbukti dengan ketika pandemi setiap orang masih bisa bekerja jarak jauh dari rumah. Belajar hal baru, bagaimana membuat akun di Zoom supaya dapat terkoneksi dengan rekan kerja dan berkolaborasi. Namun perlu ada penambahan digital skill lainnya yang relevan dengan kebutuhan industri.

“Karena kita masih punya kesenjangan skill gap yang besar sekali. Adanya kebutuhan talent meningkat tapi talent yang tersedia di market job Indonesia itu masih sedikit sekali,” kata Dee lagi.

Solusi dari segala permasalahan tersebut adalah meningkatkan kemampuan digital. Tidak hanya kemampuan yang dasar saja, tapi lebih dari itu, Indonesia membutuhkan talent yang fungsional dan strategist seperti digital marketing, artificial intelegence, machine learning, big data analytics, blockchain, hingga cyber security.

Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Di webinar kali ini, hadir pula nara sumber seperti Andry Hamida, Head of Creative Visual Brand Hello Monday Morning, Aditya Nova, Ketua Jurusan Hotel & Pariwisata IULI, Idayanti Sudiro, Certified Life & Wellness Coach dan Fanny Fabriana, seorang Public Figure.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Merawat Kebudayaan Negeri Sendiri di Tengah Serangan Globalisasi

Pertemuan ragam budaya lain di ruang digital terjadi karena jejaring internet. Aktivitas online semakin tinggi …

Leave a Reply