hitcounter
Monday , May 17 2021

Indonesia Layak Jadi Lokasi Syuting Film Internasional

Destinasi wisata di Indonesia yang kaya akan budaya dan kekuatan alam sebagai lokasi syuting. Untuk itu pihaknya tengah kembali mengingatkan masyarakat dunia akan destinasi-destinasi wisata yang ada di Tanah Air ke kancah internasional. Khususnya di lima destinasi super prioritas.

Hal itu diungkapkan Sandiaga Salahudin Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dalam pembukaan acara “Pameran UMKM Gayeng Bank Indonesia 2021” yang digelar secara daring, beberapa waktu lalu.

“Di Borobudur misalnya, ada banyak desa wisata yang sangat menarik untuk dijadikan lokasi syuting. Seperti di ‘Nepal Van Java’ atau Dusun Butuh, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang di Jawa Tengah,” kata Sandiaga.

Menurut Sandiaga, Dusun Kaliangkrik memiliki pemandangan yang sangat indah. Sehingga cocok dijadikan sebagai lokasi syuting film-film karya sineas internasional.

Sebelumnya sudah ada beberapa film internasional yang menjadikan Indonesia sebagai lokasi syuting. Salah satunya “Eat, Pray, Love”, film produksi tahun 2010 yang dibintangi Julia Roberts.

Film itu mengambil lokasi syuting di beberapa lokasi di Bali. Yakni monkey forest, teras sawah Tegalalang, Pantai Padang-Padang dan lainnya. Film tersebut terbukti menjadi sarana promosi yang efektif bagi pariwisata Bali.

Selain itu, Sandiaga menuturkan promosi ini dilakukan dengan tujuan mendongkrak sektor ekonomi kreatif nasional, membangkitkan semangat untuk memulihkan perekonomian nasional dan mempromosikan pariwisata Tanah Air. “Film banyak menciptakan lapangan kerja,” katanya.

Sandiaga juga mengajak masyarakat Indonesia untuk terus menyukseskan program “Bangga Berwisata di Indonesia” dan pameran “UMKM Gayeng Bank Indonesia 2021”. “Mari kita dukung UMKM Gayeng untuk ekspor, tapi jangan lupa sambil promosikan pariwisata di Indonesia,” ujar Sandiaga.

“Pameran UMKM Gayeng Bank Indonesia 2021” digelar oleh Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Tengah dengan tajuk “UMKM Gayeng Monco Negoro 2021: Artisan Jawa Tengah Go Internasional”. Pameran ini diikuti 52 UMKM asal Jawa Tengah yang memamerkan berbagai produk ekonomi kreatif.

Pameran ini dilaksanakan secara hybrid dari dua lokasi yang berbeda. Yaitu di Mal Paragon Semarang, Jawa Tengah yang diikuti oleh 28 pelaku UMKM dan di Suntec City Mall, Singapura yang diikuti oleh 24 pelaku UMKM.

About Pasha

Check Also

Shimajiro Play and Learn, Aktivitas Seru Asah Keterampilan dan Kreativitas Anak Selama #DiRumahAja

Di masa pandemi global ini, tentunya masih memberikan tantangan bagi para orang tua untuk memenuhi …

Leave a Reply