hitcounter
Tuesday , July 16 2024

Indonesia dan Keberagamannya Membutuhkan Netiket di Ruang Digital

Indonesia merupakan salah satu negara dengan pengguna media sosial terbesar di dunia dari 202,6 juta pengguna internet, sebanyak 170 juta jiwa aktif di media sosial. Dengan perbedaan yang beragam dan kemajuan teknologi informasi diperlukan atas pemahaman netiket atau etika berinternet di dunia maya.

Pipit Djatma, Fundraiser Consultant & Psychososial Actvist IBU Foundation mengungkapkan netiket singkatan dari network etiquette yaitu etiket di jaringan dunia maya. Etiket tersebut dibawa saat menggunakan internet, dari email yang bersifat personal hingga forum digital seperti social networking, chat dan sebagainya.

“Sama seperti halnya komunitas, forum digital juga mempunyai aturan dan tata tertib yang menyangkut batasan dan cara terbaik dalam memanfaatkan fasilitas internet,” katanya saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat I, pada Kamis (21/10/2021).

Dari sisi etika masyarakat Indonesia masih perlu mendapatkan literasi digital. Hal tersebut terlihat dalam hasil survei Microsoft yang menyebut netizen Indonesia sebagai paling tidak sopan se-Asia Tenggara. Menurut Pipit ada urgensi dari netiket di Indonesia yakni pemahaman bahwa semua pengguna internet di dalamnya jugalah manusia sehingga tetap harus mengikuti aturan tata krama dan sopan santun seperti di dunia nyata.

Apalagi pengguna internet berasal dari berbagai negara yang memiliki perbedaan bahasa, budaya dan adat istiadat. Selain itu pengguna internet merupakan orang yang hidup dalam anonymouse di mana mengharuskan pernyataan identitas asli dalam berinteraksi. Meskipun berbagai fasilitas di internet memungkinkan seseorang untuk bertindak etis dan tidak etis, namun pada dasarnya identitas asli tetap bisa terungkap.

Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Di webinar kali ini, hadir pula nara sumber seperti Dee Rahma, seorang Digital Marketing Strategist, Loka Hendra, Head of Food & Beverage Cinepolis Indonesia, Asep H. Nugroho, Dosen Fakultas Teknik UNIS, dan Manda Utoyo, seorang Digital Creator.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Philips LED Downlight Hadirkan Pencahayaan Hunian yang Terang, Nyaman dan Estetik

Jakarta, Vakansi – Signify (Euronext: LIGHT), pemimpin dunia di bidang pencahayaan untuk profesional dan konsumen, …

Leave a Reply