hitcounter
Sunday , September 19 2021

Iklan Digital Cara Baru Menggaet Pelanggan di Media Sosial

Di era yang serba memanfaatkan internet kini pemilik bisnis tak perlu harus memasang iklan di billboard besar atau saluran komunikasi seperti televisi dan radio. Iklan digital melalui media sosial menjadi cara baru yang lebih efektif dan spesifik menjangkau target pelanggan.

“Jadi iklan digital ini lebih segmented, iklan digital mesti dicoba,” ujar Daniel Herlambang CEO of Kopi Chuseyo saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (6/9/2021).

Iklan digital tersebut bisa Anda pelajari seperti halny Facebook Ads yang juga terhubung ke Instagram untuk keperluan bisnis. Fitur ini dapat Anda temukan di bagian pengaturan untuk akun yang di-setting bisnis dan berbayar. Namun menurut Daniel membuat iklan digital saja tidak cukup, harus ada pesan di dalam setiap konten yang diunggah.

“Pesannya apa? Yaitu bagaimana membuat tertarik pelanhgan dengan kelebihan produk atau jasa kita. Memang agak susah kalau produknya biasa saja, harus ada komoditas. Yang namanya branding harus ada differensiasi apa yang membuat kita beda dari kompetitor,” sebutnya lagi.

Kemudian di sisi lain perhitungkan juga bagaimana cara berkomunikasi dengan pelanggan yang ingin tahu lebih tentang bisnis Anda. Kalau ada calon pembeli ingin bertanya harus cepat membalas, bila dulu memakai telepon, sekarang karena promosi dilakukan di media sosial biasanya komunikasi dilakukan lewat direct messege Instagram. Pemilik bisnis harus respon cepat ke pelanggan kalau perlu mempekerjakan admin.

Setelah pembeli yakin ingin membeli produk,  permudah pelanggan misalnya dengan kemudahan memfasilitasi transaksi di toko online melalui marketplace. Apalagi sekarang sedang pandemi, bahkan tidak memiliki toko fisik pun tidak masalah sebab sewanya pun mahal belum lagi biaya untuk karyawan dan service charge tapi customer tidak datang ke toko. Sehingga membuka toko di e-commerce wajib bila bisnis ingin bertahan.

“Kalau misalkan jualan restoran namun PPKM ya ikutin jangan ngelawan viral masukinlah ke ojek online, yang lagi banyak promo ikutin ikuti permainannya mau ke arah mana. Semoga dengan begini kita bisa bertahan. Mungkin tidak untung nggak gede seperti dulu tapi nggak bangkrut itu yang paling penting sekarang. Survive, nggak tutup restoran kita,” tuturnya lagi.

Terakhir adalah bagaimana membuat pelanggan loyal dan minta kepada teman-temannya sharing dan mention Instagram. Dari sana akan ada potensi menambah konsumen lainnya, pemilik bisnis juga jangan ragu memakai mikro influencer untuk endorse influencer yang jumlah pengikutnya di bawah 50K, sebab kadang mereka mau membantu walau hanya dibayar dengan kirim product saja namun unggahan hanya di story saja.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Roky R. Tampubolon, seorang Praktisi Hukum, Henry V. Herlambang, CMO Kadobox, dan Rino, Kaprodi Teknik Informatika Universitas Buddhi Dharma.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Beda Generasi, Cara Mendidik Anak di Era Digital

Generasi Z dan Anak-anak yang lahir dan tumbuh di era ketika penggunaan internet dan teknologi …

Leave a Reply