hitcounter
Wednesday , October 20 2021

Hobi Bisa Menjadi Cuan di Era Digital 

Transformasi digital tak bisa terhindarkan lagi dan terjadi percepatan selama masa pandemi Covid-19. Berkat globalisasi dan digitalisasi pun secara tidak sadar, telah mengalami transformasi digital hal tersebut dapat diketahui dari penggunaan internet sebagai bagian dari hidup yang tak terpisahkan lagi.

Loka Hendra, Head of Food and Beverage Cinepolis Indonesia mengatakan, internet telah menjadi pendukung segala sektor dari pekerjaan, pendidikan dan ekonomi. Internet ikut didukung dengan pengembangan smartphone yang mana bukan sekadar alat komunikasi lagi namun pendukung hidup.

“Berbagai hobi bisa menjadi cuan. Graphic designer, YouTuber, food blogger, online handcraft. Tentunya ada proses, nggak instant perlu adanya konsistensi,” katanya saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I, pada Selasa (5/10/2021).

Dia pun mengatakan karena pandemi, transformasi digital pun mengalami percepatan akses. Hal tersebut disebabkan pandemi membuat berbagai macam sektor menurun, tapi ada juga bidang pekerjaan yang naik daun. Berbagai bidang industri akhirnya harus beradaptasi, seperti UMKM beralih menggunakan sumber daya digital dengan memiliki toko online di marketplace. Serta adaptasi ke sistem pembayaran yang elektronik, e-money, termasuk pendidikan yang kini menerapkan e-learning.

Hal tersebut akhirnya membuka peluang semakin luas di ruang digital. Karena tidak ada batasan di ruang digital dan saat ini sudah cukup sulit dipisahkan dari kehidupan manusia. Transformasi digital pun menjadi pintu masuk terjadinya perubahan perilaku dan pola pikir.

“Peluang digital menjadi kekuatan baru yang memungkinkan terjadinya kolaborasi, fleksibilitas, dan memberi keuntungan. Serta tersedianya banyak program akselerasi akses digital transformasi,” katanya.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I merupakan bagian dari Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Maria Ivana, seorang Graphic Designer, Roky Tampubolon, seorang Praktisi Hukum, dan Adrie Halim, Kaprodi Management Informatika Universitas Buddhi Dharma.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Melihat Peluang Berjualan di Marketplace

Geliat UMKM di Indonesia dengan datangnya pandemi Covid-19 untuk masuk ke marketplace meningkat. Sebanyak 15,3juta …

Leave a Reply