hitcounter
Thursday , August 5 2021

Hindari yang Negatif, Begini Strategi Buat Konten Media Sosial Lebih Positif dan Menghasilkan

Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat pengguna internet tertinggi di dunia. Namun, seringkali, hal itu masih belum diimbangi dengan kecakapan literasi digital penggunanya.

Untuk itu, dalam webinar Makin Cakap Digital 2021, Belu, Nusa Tenggara Timur, Senin (28/6/2021), Account Manager Digital Agency, Ukki Anditia mengajak seluruh masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda untuk lebih menggunakan internet secara positif.

“Tidak ada yang salah dengan internet, yang membuat negatif atau positif itu kembali pada penggunanya,” ujar Ukki dalam webinar tersebut.

Dalam pemaparannya, Ukki juga menjelaskan bahwa internet seharusnya mesti dibanjiri dengan konten-konten positif. Pertama ialah dengan menyaring semua informasi yang dibagikan sebelum dibagikan. “Jadi saring sebelum sharing, kita harus riset, criss-check, dan juga tabayyun,” kata Ukki.

Kemudian, karena pengguna internet juga memiliki latar belakang yang beragam, Ukki juga kembali mengingatkan bahwa untuk selalu menghargai perbedaan.

Salah satunya dengan tidak melakukan diskriminasi baik itu secara sara, fisik, hingga tingkat ekonomi. Selanjutnya ia juga menyarankan untuk menghargai privasi, menggunakan bahasa santun,dan juga mengedepankan sisi kemanfaatan dari internet itu sendiri.

Sementara itu, di webinar yang sama, Wakil DIrektur Jalinan Ekokultur Fohorai, Emilio Rafael Seran juga mengatakan hal senada dengan Ukki. Masa pandemi Covid-19 mestinya jadi peluang untuk membuat lebih banyak konten positif yang lebih menghasilkan.

Emilio juga membagikan cara untuk bisa tetap produktif dengan menggunakan sarana digital di tengah situasi pandemi. Pertama Emilio menyarankan untuk selalu memiliki rasa penasaran, dengan begitu akan selalu ingin mencari tahu berbagai hal baru.

Kedua ialah membuka pikiran, dengan begitu kita bisa lebih banyak belajar akan berbagai pengetahuan dan informasi baru. Selanjutnya, Emilio juga menyarankan bahwa agar bisa tetap produktif di era digital harus hasu akan pertumbuhan.

Semua itu juga harus diimbangi dengan tahu keterbatasan diri. Dengan begitu, lanjut Emilio, kita bisa lebih menggunakan internet dan media digital untuk suatu yang lebih produktif.

Dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) di wilayah Belu, Nusa Tenggara Timur, juga hadir,  Ruhut Marhata Simanjuntak (Legal Council Advance AI), dan Romo Delvy Abanit Asa.

About Pasha

Check Also

Paham Batasan di Dunia Tanpa Batas

Setiap orang memiliki kebebasan untuk mengekspresikan dirinya masing-masing, mengutarakan ide-ide dan pendapat secara bebas melalui …

Leave a Reply